KETIKA YANG TIDAK KELIHATAN ITU LEBIH BERNILAI

Dulu bisnis yang dianggap paling berhasil itu adalah yang aset fisiknya paling banyak. Punya mesin paling banyak. Punya

Dulu bisnis yang dianggap paling berhasil itu adalah yang aset fisiknya paling banyak. Punya mesin paling banyak. Punya kantor cabang paling banyak. Punya gedung paling tinggi. Termasuk punya karyawan (akhirnya karyawan dianggap sebagai aset, bukan cost) paling banyak. Semakin banyak aset fisik yang dimilki perusahaan itu, maka makin gagah dia.

Sekarang zaman sudah berubah. Perusahaan-perusahaan yang mendapatkan valuasi pasar sangat tinggi justru tidak punya aset. Uber, perusahaan jasa transportasi terbesar di dunia tidak memiliki armada transportasi dan tidak menggaji satu driver sekalipun. Nilai valuasi pasar Uber hari ini mencapai USD 69 Miliar. AirBnB adalah penyediasa jasa akomodasi penginapan terbesar di dunia. AirBnB tidak memiliki satu kamar sekalipun. Nilai valuasi pasarnya mencapai USD 30 Miliar, sama dengan nilai pasar chain hotel Marriott International.

Selamat datang di dunia baru, dimana yang tidak terlihat justru memiliki nilai lebih tinggi dari yang yang kasat mata. Silakan lihat graphic: Data dari perusahaan-perusahaan besar yang tergabung dalam S&P 500 di tahun 1975, menunjukkan bahwa kontribusi aset yang tidak terlihat (intangible assets) terhadap nilai pasar (market value) kurang dari 20 persen. Di tahun 2015 kontribusinya meningkat drastis hingga lebih dari 80 persen.

Apa saja yang termasuk aset yang tidak terlihat? Merek (brand). Ini jelas. Kekuatan dari nilai merek ini sudah ditulis ribuan kali oleh pengamat bisnis terutama mereka yang fokus dalam bidang branding. Sayangnya butuh waktu lama (tahunan, belasan bahkan bisa puluhan tahun) untuk membangun merek yang punya nilai tinggi. Sementara saat ini ronde pertempuran bisnis jauh lebih pendek. Kita harus cepat mendongkrak nilai bisnis kita, atau dilibas pesaing.

Untungnya beda zaman beda pula aset yang bisa dimainkan. Saat ini ada aset tidak terlihat yang bisa kita ‘mainkan’ secara cepat untuk mendongkrak nilai bisnis kita, yaitu networks, platforms, intellectual property, customer relationships, dan big data.

Seberapa baik bisnis Anda mampu membangun jejaring kuat dengan sebanyak mungkin stakeholder industri? Apakah bisnis Anda bisa menjadi platform yang menciptakan nilai tambah bagi para pemain di pasar yang Anda layani? Seberapa banyak hak kekayaan intelektual yang Anda miliki? Bagaimana hubungan yang Anda jalani dengan pelanggan Anda saat ini? Seberapa cepat dan seberapa banyak Anda bisa mengumpulkan dan mengolah data pelanggan?

Bagi Anda para pelaku usaha kecil dan menengah, ini adalah kabar gembira. Teknologi telah mendemokratisasi industri. Siapapun bisa bersuara sekarang. JIka Anda mampu bersuara lebih lantang dari para raksasa industri, ada peluang Anda yang kecil bisa lebih didengar oleh pasar. Syaratnya, dongkrak aset tak terlihat Anda secepat mungkin. Kemudian mulai dengan bermain di pinggiran agar tidak membangunkan sang raksasa. Ketika Anda semakin kuat, maka serang sang raksana saat ia sedang lengah. Daud bisa menang lawan Goliat.

Bagi Anda para pemain utama di Industri. Anda adalah Goliat yang tengah diincar oleh Daud. Jangan pongah. Jangan lengah. Apa yang dulu membuat Anda besar tidak lagi menjadi keunggulan kompetitif Anda. Bahkan semua itu justru bisa jadi kelemahan Anda. Tubuh besar Anda yang tambun membuat Anda jadi lamban bergerak. Keberhasilan Anda di masa lalu menjadi tabir penutup Anda dalam meneropong masa depan. Ingat sudah banyak Goliat yang jatuh oleh Daud.

Pertanyaannya bagi Anda bukanlah apakah Anda sanggup atau tidak.
Melainkan apakah Anda mau atau tidak.

Mau?
Yakin?
Please check again.

 

Indrawan Nugroho
Business Innovation Consultant
CorporateInnovation.Asia

Pin It

Leave a Comment