Cara Mengevaluasi Inovasi Tim

Jika budaya inovasi di tim Anda sudah mulai berjalan, anggota tim sudah bergerak dengan projek inovasinya masing-masing. Apa tugas Anda berikutnya sebagai Leader? Tentunya Anda perlu secara berkala memonitor performa dan mengevaluasi inovasi tim demi improvement ke depannya. Nah bagaimana cara pengukurannya? Apakah sama seperti mengukur performance project biasa? Tentu tidak, ada seninya sendiri. Mari kita ulas selengkapnya.



Mengukur performance project inovasi tidak bisa seperti mengukur performance project biasa. Performance project biasanya diukur dari progress-nya terhadap target timeline dan budget, pengukuran ini tidak fair untuk diaplikasikan ke project inovasi karena kemungkinan untuk gagal dan menyimpang dari rencana sangat tinggi. Oleh karena itu, perusahaan inovasi Viima menyarankan bahwa monitoring untuk projek inovasi dibuat berbeda per fase inovasinya sesuai tingkat ketidakpastian pada fasenya. Secara sederhana, lifecycle inovasi dibagi menjadi 3 fase, yaitu learning stage, yang mana ketidakpastian masih sangat tinggi, kemudian innovation stage, yang mana ketidakpastiannya sudah mulai menurun, dan terkahir impact stage yang mana ketidakpastiannya sudah rendah. Aktivitas dan fokus utama di setiap stage tersebut berbeda sehingga monitoringnya juga berbeda. Berikut penjelasannya;

1. Learning Stage


Dalam learning stage, faktor unknown atau uncertainty-nya masih banyak sekali. Cara mengatasi ini adalah membuat asumsi dan menguji asumsinya valid atau tidak. Jadi fokus stage ini adalah testing asumsi untuk mendapatkan insights, bukan implementasi ide. Oleh karena itu, yang perlu Anda monitor di fase ini adalah seberapa banyak dan efektif tim sudah melakukan assumptions testing dan belajar dari insights yang didapat.


2. Innovation Stage


Dalam innovation stage, ketidakpastian sudah merendah karena sudah melakukan assumptions testing. Fokus dari stage ini adalah mengimplementasi ide yang sudah lebih tervalidasi berdasarkan hasil assumptions testing. Karena masih ada ketidak pastian dan hasil inovasi biasanya tidak langsung kelihatan, di tahap ini jangan langsung mengukur hasilnya. Yang perlu Anda monitor di fase ini adalah seberapa tim sudah mengimplementasikan idenya dengan optimal.


3. Impact Stage


Di impact stage, ketidakpastian sudah rendah, sehingga kita sudah bisa mulai mengukur dampak dari inovasinya, seberapa berhasil atau tidak berhasil. Dalam memonitor dampak inovasi, yang perlu diingat adalah ketidakberhasilan inovasinya jangan semena-mena dinilai sebagai bad performance. Bila proses inovasinya dilakukan dengan proper, ‘cost of failure’ atau kerugian dari ketidakberhasilannya bisa dilihat sebagai investasi untuk pembelajaran terkait ‘what works’ atau ‘what doesn’t work’. Dan hasil pembelajarannya bisa dimanfaatkan untuk siklus inovasi berikutnya.


Demikianlah cara memonitor performa projek inovasi secara adil agar tim dapat fokus bereksperimen dibanding mengejar timeline. Ingat juga bahwa, karena tim baru saja membiasakan diri dengan budaya inovasi, yang lebih penting adalah membentuk keberanian berinovasi dibanding keberhasilan inovasinya.


Baca juga:

Perbedaan Kreativitas dan Inovasi

Cara Memimpin Tim dengan Innovative Thinking

Cara Membangun Kreativitas Tim

PT Cipta Konsultan Internasional

CIAS Innovation Space. Graha Zima Unit B-5.

TB Simatupang No 21. Jakarta Timur. Indonesia. 13760

email: info@cias.co    phone: +62 21 2209 4835

Copyright 2020. All Rights Reserved.