top of page

Tiga Tahap Menjalankan Proyek Inovasi agar Tidak Berhenti di Tengah Jalan

6 days ago
3 min read

Banyak proyek inovasi dimulai dengan antusiasme tinggi, tetapi perlahan kehilangan arah. Tim terlihat sibuk, namun kemajuannya tidak jelas. Target ditekan terlalu cepat, sumber daya terbagi dengan pekerjaan rutin, dan dukungan organisasi mulai melemah.


Masalahnya sering kali bukan terletak pada kualitas ide, melainkan pada cara proyek tersebut dijalankan. Tanpa tahapan yang jelas, inovasi mudah berubah menjadi rangkaian aktivitas yang tidak menghasilkan dampak.


Dalam Strategic Innovation Project atau SIP, terdapat tiga tahap utama yang membantu perusahaan mengelola perjalanan inovasi secara lebih terarah: Preparing, Activating, dan Managing.



1. Preparing: Membangun Fondasi Proyek


Tahap Preparing memastikan proyek memiliki arah dan fondasi yang kuat sebelum tim mulai bergerak.


Langkah pertama adalah merumuskan misi yang menghubungkan proyek dengan strategi perusahaan. Misi harus cukup menantang untuk mendorong perubahan, tetapi tetap realistis dan memiliki ukuran keberhasilan yang jelas.


Di CIAS, Innovation Compass digunakan untuk membantu tim menyelaraskan tujuan strategis, aspirasi proyek, masalah utama, dan hasil yang ingin dicapai. Dengan arah yang sama, tim dapat mengambil keputusan secara lebih konsisten.


Proyek juga membutuhkan lingkup yang tepat. Lingkup yang terlalu luas membuat tim kehilangan fokus, sedangkan lingkup yang terlalu sempit dapat membatasi dampaknya.


Keberhasilan SIP perlu dilihat dari dampaknya terhadap kinerja perusahaan, kesesuaian solusi dengan kebutuhan pengguna, kelayakan teknis, keberlanjutan bisnis, serta capaian pada setiap fase proyek.


Pada tahap ini, perusahaan juga perlu menentukan tim, anggaran, waktu, struktur peran, dan bentuk dukungan organisasi. Sumber daya dapat diberikan secara bertahap, mengikuti perkembangan dan pembelajaran proyek.



2. Activating: Mengubah Rencana Menjadi Gerakan


Setelah fondasi terbentuk, tahap Activating memastikan proyek benar-benar mulai berjalan.


Langkah pertama adalah menyatukan pemangku kepentingan. Proyek inovasi biasanya melibatkan berbagai fungsi dengan bahasa, prioritas, dan kepentingan yang berbeda. Karena itu, seluruh pihak perlu menyepakati misi, lingkup, peran, dan harapan terhadap hasil proyek.


Selanjutnya, proyek dimulai secara resmi melalui kick-off. Kehadiran sponsor dan promotor menunjukkan bahwa proyek memiliki mandat strategis, bukan sekadar kegiatan tambahan.


Tim kemudian menjalani proses onboarding untuk menyelaraskan cara berpikir dan cara kerja. Mereka menyepakati ritme sprint, pola komunikasi, penggunaan alat, dan standar kualitas.


SIP juga mendorong tim segera mengambil tindakan. Dalam tujuh hari pertama setelah kick-off, perlu ada langkah nyata untuk menghasilkan pembelajaran awal. Tujuannya bukan langsung menemukan solusi akhir, melainkan membangun momentum dan memperoleh kejelasan dari lapangan.


3. Managing: Menjaga Ritme dan Pembelajaran


Tahap Managing memastikan proyek tetap terarah ketika menghadapi perubahan prioritas, kompleksitas, dan tekanan operasional.


Pada tahap ini, tim tidak hanya mengejar hasil, tetapi juga memanen pembelajaran dari setiap eksperimen. Keberhasilan dan kegagalan menjadi bahan untuk memperbaiki solusi serta meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.


Managing dalam SIP berjalan melalui lima fase yang saling terhubung:

  • Discover, untuk memahami masalah dan kebutuhan pelanggan secara mendalam.

  • Design, untuk menerjemahkan wawasan menjadi ide dan prototipe.

  • Build, untuk menguji solusi melalui eksperimen berskala kecil.

  • Release, untuk mencoba solusi secara terbatas dan melihat kesiapan organisasi.

  • Scale, untuk memperluas solusi yang telah terbukti agar terintegrasi dengan kegiatan utama perusahaan.

Kelima fase tersebut tidak selalu berjalan lurus. Tim dapat kembali ke fase sebelumnya ketika menemukan bukti atau pembelajaran baru.



Menjalankan Inovasi secara Lebih Terarah


Proyek inovasi membutuhkan lebih dari sekadar ide dan semangat. Perusahaan memerlukan tahapan yang mampu menjaga hubungan antara strategi, eksekusi, dan pembelajaran.


Preparing memastikan arah dan fondasi proyek jelas. Activating mengubah rencana menjadi tindakan. Managing menjaga momentum sekaligus memastikan setiap langkah menghasilkan pembelajaran.


Dengan menjalankan ketiga tahap tersebut secara disiplin, perusahaan dapat mengurangi risiko proyek kehilangan arah dan meningkatkan peluang inovasi menghasilkan nilai nyata bagi pelanggan maupun perusahaan.


Seberapa siap perusahaan Anda menjalankan proyek inovasi secara terarah dari persiapan hingga implementasi?



Jika perusahaan Anda ingin membangun Strategic Innovation Project yang memiliki arah, ritme kerja, dan ukuran keberhasilan yang jelas, langkah berikutnya adalah memulai percakapan strategis. Hubungi CIAS melalui tautan ini untuk merancang dan menjalankan proyek inovasi yang lebih konsisten serta berdampak.

 
 
 

1 Comment


torri.ogama
4 days ago

Artikel ini menyoroti poin krusial bahwa suksesnya inovasi bukan hanya pada ide, melainkan eksekusi bertahap yang disiplin. Saya sangat setuju dengan tahap Managing, di mana pembelajaran dari setiap eksperimen, baik berhasil maupun gagal, menjadi inti untuk perbaikan dan pengambilan keputusan yang lebih baik. Ini mengingatkan kita bahwa proses inovasi tidak selalu linier, seperti dalam beberapa sz games, dan kembali ke fase sebelumnya itu wajar untuk adaptasi. Apakah ada strategi khusus untuk menjaga motivasi tim ketika harus 'kembali' ke fase awal?

Like
bottom of page