Kenapa Perusahaan Perlu Implementasi Agile Innovation Project?


Apa hubungan antara cara kerja Agile, interaksi yang bertumbuh, inovasi, dan juga project?


Saat kita bicara tentang projek, tentu saja di dalamnya juga mencakup Project Triangle. Dengan kata lain, hal tersebut mencakup batas waktu, alokasi dana tertentu, serta spesifik outcome yang ingin dicapai. Saat tiga hal tersebut ada, maka suatu kegiatan bisa dikatakan sebagai projek. Terlepas apakah projek tersebut adalah projek official atau tidak.


Apa Tujuan Implementasi Agile Innovation Project?


Pada suatu titik, suatu perusahaan pasti akan melakukan inovasi, bahkan perlu untuk melakukan inovasi. Untuk mengimplementasikan inovasi, perusahaan bisa melakukannya dengan menerapkan cara agile atau dengan meningkatkan agility agar lebih inovatif. Mengapa begitu?


Sebelum membahas mengenai hal ini, perlu dipahami terlebih dahulu bahwa kata Agile dan Inovasi merupakan dua kata yang saling berhubungan. Ketika perusahaan memutuskan untuk melakukan inovasi, maka pendekatan Agile akan membuat proses inovasi ini menjadi lebih cepat.


Ada dua jalur yang bisa kita lakukan untuk mengimplementasikan inovasi ataupun mengimplementasikan agile di perusahaan. Untuk mempermudah, dua cara ini bisa kita ibaratkan sebagai dua jenis kendaraan. Yaitu kendaraan umum atau massal seperti kereta, dan kendaraan khusus atau terbatas seperti mobil Jeep.


Agile Innovation Project dapat dikategorikan sebagai kendaraan khusus atau terbatas. Kendaraan ini hanya diisi dengan orang-orang yang terbatas. Namun diharapkan untuk bisa memberikan dampak yang lebih konkrit dan manfaat yang lebih nyata. Sehingga, akan lebih mudah membantu perusahaan untuk mencapai arah strategis perusahaan.


Pendekatan Agile Project dan Pendekatan Waterfall Project


Dalam mengerjakan suatu project, umumnya perusahaan menggunakan salah satu dari dua pendekatan. Yaitu pendekatan waterfall project atau pendekatan agile project. Umumnya, perusahaan menerapkan pendekatan waterfall dalam menjalankan project. Akan tetapi, jika Anda ingin mendapatkan manfaat yang lebih banyak, pendekatan agile project akan lebih tepat untuk diterapkan.


Banyak survey dan research yang menunjukkan bahwa pendekatan agile dapat membantu meningkatkan success rate suatu projek. Baik project skala kecil, menengah, hingga projek skala besar. Bahkan, saat pendekatan agile digunakan untuk projek skala besar, success rate yang dicapai bisa mencapai dua kali success rate pendekatan waterfall. Peningkatan success rate ini dipengaruhi oleh karakteristik pendekatan agile yang cepat, selalu inspect dan adapt, fast learn, dan sebagainya.


Selain dari success rate, pendekatan agile juga memberikan berbagai manfaat lainnya. Di antaranya adalah:


1. Reduce Project Risk

Siklus cepat yang dilakukan dalam pendekatan Agile memungkinkan adanya feedback di setiap siklus pendek tersebut.


2. Faster Time to Market

Pendekatan agile memungkinkan project di-release secara bertahap dan diperbaharui secara berkala.


3. Improve Team Morale and Motivation

Pendekatan agile membangkitkan spirit kolaborasi di antara anggota tim. Dengan begitu, knowledge, ownership, dan experience anggota akan meningkat secara signifikan.


4. Increase Team Productivity

Ketika moral dan motivasi anggota tim meningkat, maka produktivitas tim juga akan meningkat.


5. Ability to Manage Priority Changes

Sejalan dengan hal sebelumnya, maka kemampuan setiap anggota tim untuk menentukan prioritas juga akan meningkat secara signifikan.



Recent Posts

See All