Begini Cara Bereksperimen Inovasi yang Benar!

Updated: Mar 11

Apakah Anda termasuk orang yang takut melakukan eksperimen? Apa yang Anda pikirkan? Apakah Anda berpikir bahwa eksperimen adalah sebuah proyek atau program atau langkah yang sangat acak dan berantakan? Pikiran tersebut membuat Anda merasa ragu dan bingung kemana eksperimen tersebut akan membawa Anda?


Nah, pada kesempatan kali ini, mari kita dalami, eksperimen seperti apa yang akan tetap membawa Anda melangkah maju? Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan sesuatu untuk mengembangkan ide-ide yang Anda miliki.

tangan menyentuh papan gelas-eksperimen inovasi

Dalam memunculkan ide baru, proses eksperimentasi seringkali harus dilakukan. Namun, tidak banyak orang yang berani untuk melakukannya. Sebenarnya, ada dua hal yang biasanya menjadikan proses eksperimentasi ini gagal, yaitu:


1. Proses Eksperimentasi Dilakukan Dengan Sangat Acak

Sebelum melakukan proses eksperimentasi, Anda perlu mengetahui dulu apa yang Anda cari. Anda tidak bisa melakukan proses eksperimentasi tanpa mengetahui tentang apa proses yang akan Anda lakukan atau tujuan apa yang Anda cari. Jika Anda melakukan proses eksperimentasi sekedar untuk melakukan saja, besar kemungkinan proses Anda akan gagal.

Meskipun Anda tahu bahwa proses eksperimentasi adalah sesuatu yang penting. Tapi jika Anda tidak tahu tujuan proses tersebut, maka sama saja Anda melakukan hal yang sia-sia.


2. Proses Eksperimentasi Dilakukan Dengan Sangat Kaku

Alasan kedua mengapa proses eksperimentasi sering gagal adalah jika proses tersebut dilakukan dengan sangat kaku. Anda berusaha keras untuk melakukan proses eksperimen sesuai dengan tahapan yang sangat rigid. Padahal, proses eksperimentasi seringkali menghasilkan sesuatu yang berbeda dengan rencana. Jika Anda tetap kaku dan memaksakan proses eksperimentasi sesuai dengan tahapan awal, maka besar kemungkinan proses Anda akan gagal.

Baca juga: Sahabat Terbaik Inovator

Dua hal tersebut adalah alasan umum mengapa proses eksperimentasi menjadi gagal. Karena itu, kita perlu menggabungkan kedua pendekatan ini dalam proses eksperimentasi. Bukan hanya pendekatan abstrak seperti seniman lukisan abstrak, tapi kita juga perlu menggabungkannya dengan pendekatan eksperimentasi yang biasa dilakukan di dalam laboratorium. Eksperimentasi perlu dilakukan dengan suatu standar dan tujuan yang jelas. Dua pendekatan ini perlu digabungkan agar proses eksperimentasi Anda bisa berhasil.

Lalu, bagaimana cara menggabungkannya?


Menggabungkan Dua Pendekatan Eksperimentasi

Caranya adalah dengan menentukan tujuan eksperimen sejak awal. Tentukan area eksperimen yang akan Anda lakukan, apa tujuannya, apa hipotesis yang mau Anda buktikan melalui eksperimen tersebut, dan apa saja data yang mau Anda cari dalam eksperimen ini. Setelah hal-hal tersebut dilakukan, Anda bisa mulai melakukan proses eksperimentasi. Jangan lupa juga untuk melakukannya dengan penuh rasa gembira. Struktur yang sudah Anda tentukan di awal bukan merupakan halangan bagi Anda untuk dapat menjalani proses eksperimentasi dengan bahagia, antusias, dan penasaran dengan hasil dari proses eksperimen tersebut.

Baca juga: Pertanyaan Bodoh yang Membuat Anda Pintar

Kalaupun ternyata dalam proses eksperimentasi tersebut Anda menemukan hasil atau tahapan yang berbeda dengan yang Anda rencanakan, Anda bisa bersikap fleksibel dan menyesuaikan rencana Anda dengan kondisi yang ada. Anda bisa membuat lagi rencana yang baru, bukan sekedar melompati proses tersebut atau langsung melewatkannya ke tahapan berikutnya.


Belajar dari CEO Amazon.com

Jika Anda sudah terbiasa melakukan eksperimentasi, maka sangat mungkin bagi Anda untuk menemukan ide baru dengan lebih mudah. Mengapa? Jika Anda berkaca pada perusahaan-perusahaan besar di dunia, mereka dengan sengaja menjadikan eksperimentasi sebagai pusat dari pergerakan perusahaan.


Salah satu contohnya adalah apa yang dilakukan oleh Jeff Bezos, CEO Amazon. Sejak awal, Bezos sudah mengatakan bahwa eksperimentasi adalah pusat dari pergerakan perusahaan. Sehingga mereka terus melakukan eksperimentasi untuk memperluas lingkup usaha mereka.

Pada awalnya, Amazon hanya menjual buku-buku saja. Namun, karena terus melakukan eksperimentasi, perusahaan mereka akhirnya bisa menjual alat-alat rumah tangga. Bayangkan berapa besar pergerakan yang bisa terjadi jika Anda melakukan eksperimentasi. Tentu saja hal ini akan memberikan Anda keuntungan. Karena dengan eksperimentasi, Anda bisa menjelajahi area-area baru yang pada awalnya tidak terpikirkan.

Baca juga: Cara Menghadapi Kegagalan dalam Berinovasi

Jangan ragu untuk melakukan eksperimentasi. Karena eksperimentasi yang dilakukan dalam proses inovasi bukanlah sesuatu yang sangat acak. Bukan juga sesuatu yang sangat kaku dan terbatas oleh prosedur yang ada. Anda bisa menggabungkan dua hal tersebut dan bersenang-senang dalam proses eksperimentasi, dan Anda akan mendapatkan hal tersebut.



Recent Posts

See All