Keuntungan Berinovasi di Tempat Kerja

Updated: Dec 22, 2021


Sekitar 10 tahun lalu, Ron Ashkenas mengatakan bahwa inovasi adalah pekerjaan semua orang. Narasi ini dia katakan di hadapan banyak perusahaan besar. Menariknya, artikel ini sempat mengalami perdebatan. Pada saat itu, inovasi identik dengan pekerjaan R&D, marketing, atau business development saja. Apa iya?


Inovasi dan Perubahan


Seiring waktu, wacana ini tidak lagi menjadi perdebatan. Semua orang menyadari bahwa inovasi memang perlu dilakukan oleh setiap orang. Karena tantangan dan perubahan yang ada tidak lagi bisa dihadapi jika hanya sebagian orang yang melakukan inovasi.


Karena itu, setiap orang yang terkena dampak dari perubahan harus melakukan inovasi. Tentu saja ruang lingkup inovasi yang dilakukan harus relevan dengan pekerjaan utamanya.

Pentingnya sebuah inovasi semakin terlihat pada saat pandemi COVID-19. Datangnya pandemi membuat tantangan hidup dan pekerjaan menjadi lebih kompleks. Sehingga, setiap perusahaan dan orang di dalamnya perlu melakukan adaptasi dengan kondisi baru yang muncul akibat pandemi.


Apa Itu WorkPlace Innovation?


Menurut McKinsey, pandemi mendorong maraknya sebuah model atau tipe inovasi baru. Yaitu Workplace Innovation. Apa itu Workplace Innovation?


Workplace innovation adalah inovasi yang lahir di tempat kerja. Bentuk inovasi ini lahir sebagai bentuk upaya untuk menyelesaikan masalah sehari-hari di pekerjaan. Workplace innovation ini perlu dilakukan oleh setiap orang yang ada dalam perusahaan. Bahkan oleh orang yang sebelumnya terlihat tidak memerlukan inovasi.


Masa krisis membuat setiap orang memiliki masalah. Mulai dari bagian pengembangan, marketing, finance, dan bahkan atasan. Sebagai contoh, kondisi pandemi membuat pekerjaan tidak bisa dilakukan dengan bertatap muka. Bekerja dari rumah yang tidak sekondusif kondisi di kantor juga bisa menghadirkan masalah baru.


Baca juga: Cara Membangun Kreativitas Tim


Sebagai contoh, jika Anda seorang atasan, pada awalnya Anda akan kesulitan memberikan pengarahan tanpa bertatap muka. Namun, Anda perlu berinovasi dan melakukan adaptasi. Sehingga arahan yang Anda berikan bisa diterima dengan baik oleh tim Anda.


Contoh lain, misalnya Anda adalah seorang finance. Sebelum pandemi, Anda mungkin terbiasa membuat laporan setiap dua pekan sekali. Ketika pandemi, atasan Anda meminta untuk memberikan laporan kapan saja. Mau tidak mau, Anda perlu berinovasi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Seperti membuat sistem laporan yang bisa diakses real time kapan saja dibutuhkan.


Untuk Apa Berinovasi?


Dalam sebuah dunia ketika banyak hal terlihat kacau, orang-orang akan terbagi menjadi dua. Yaitu golongan orang yang menjadi bagian dari masalah, dan golongan orang yang menjadi bagian dari solusi. Sangat sederhana.


Sayangnya, sebagian besar populasi adalah orang yang menjadi bagian dari masalah. Baik secara pasif dengan diam saja ataupun secara aktif dengan mengeluh atau memperkeruh suasana. Namun, siapapun itu, setiap orang merindukan adanya sosok pahlawan. Seseorang yang memberikan solusi dari masalah yang mereka hadapi.


Dengan menjadi bagian dari solusi, Anda akan lebih stand out dan dihargai. Dalam ruang lingkup perusahaan, kemampuan Anda dalam berinovasi dan memberikan solusi akan menjadi catatan bagi atasan dan management.


Baca juga: Cara Mencari Ide dari Rekan Kerja


Jika suatu hari management melakukan evaluasi, nama Anda akan mudah diingat. Dalam jangka panjang, Anda bisa menjadi top of mind management. Sehingga, kemungkinan Anda untuk mendapatkan posisi strategis menjadi lebih besar.


Perlu dipahami, bahwa manfaat dari inovasi jarang hadir dalam waktu singkat. Seringkali, manfaat inovasi baru akan terasa dalam jangka panjang.


255 views0 comments

Recent Posts

See All