Pemimpin Inovatif VS Tidak Inovatif

Riset menunjukkan bahwa ada lima perbedaan utama antara pemimpin yang inovatif dan yang tidak inovatif, dan itu mempengaruhi segalanya. Apa saja perbedaannya, yuk kita simak!

Katherine Graham-Leviss, founder dan presiden XBInsight, sebuah perusahaan asesmen kompetensi, dia dan tim mengumpulkan data kompetensi atas hampir 5.000 pemimpin di berbagai industri. Dari analisanya, dia menyimpulkan bahwa ada lima perbedaan utama antara pemimpin yang inovatif dan pemimpin yang tidak inovatif. Katherine menuangkan temuannya ini dalam artikel di Harvard Business Review edisi Desember 2016.

Jadi apa saja sih perbedaan antara pemimpin yang inovatif dan pemimpin yang tidak inovatif?

Perbedaan pertama adalah Pemimpin inovatif mendapat skor 25% lebih tinggi daripada rekan non-inovatif mereka dalam mengelola risiko. Pemimpin inovatif berani dalam melakuan eksperimen atas pendekatan-pendekatan baru. Namun demikian, aksi yang mereka jalankan juga tetap mempertimbangkan faktor resiko yang mungkin muncul. Secara aktif mereka mengembangkan rencana untuk meminimalkan risiko dan memperbesar peluang keberhasilan.

Perbedaan kedua adalah Pemimpin inovatif juga mendapat nilai lebih tinggi dalam hal menunjukkan rasa ingin tahu. Mereka menunjukkan rasa ingin tahu yang mendasar dan keinginan untuk mengetahui lebih banyak. Para pemimpin ini akan secara aktif mengambil inisiatif untuk mempelajari informasi baru, yang itu menunjukkan keterlibatan aktif dan loyalitas terhadap tujuan perusahaan. Penemuan yang datang dari rasa ingin tahu tersebut memberi mereka keunggulan kompetitif yang mereka butuhkan untuk memimpin secara efektif, dan juga merangsang cara berpikir baru pada pekerja lain.


Baca juga: Cara Membangun Semangat Tim untuk Menerapkan Budaya Inovasi


Perbedaan ketiga adalah Pemimpin inovatif memimpin dengan percaya diri dan otoritatif. Mereka mampu mengubah keadaan sulit menjadi peluang, yang mana itu menunjukkan rasa tanggung jawab serta kemampuan mereka dalam mengambil keputusan di saat yang sulit. Para pemimpin ini mampu menangkap perhatian audiens dalam pertemuan dan diskusi berisiko tinggi, dan mereka tidak menghindari konflik dan perbedaan pendapat.

Perbedaan keempat adalah Pemimpin inovatif mendapat skor lebih tinggi dalam hal menangkap peluang. Mereka proaktif dan mengambil inisiatif untuk meraih kesuksesan. Para pemimpin ini mengantisipasi potensi hambatan, sebelum mengambil tindakan, namun mereka menghindari analisis yang berlebihan. Mereka mendorong kinerja timnya namun mampu bekerja secara mandiri untuk waktu yang lama dengan dukungan minimal. Mereka juga dapat mengubah arah dengan cepat untuk memanfaatkan peluang baru saat muncul.

Perbedaan kelima adalah pemimpin yang inovatif mendapat skor lebih tinggi dalam hal mempertahankan perspektif bisnis strategis. Para pemimpin ini menunjukkan pemahaman yang tajam tentang tren industri dan implikasinya bagi organisasi. Mereka benar-benar memahami bisnis, pasar, dan basis pelanggan serta mahir dalam mengidentifikasi peluang atau ancaman strategis untuk bisnis. Mereka secara aktif berpartisipasi dalam komunitas, industri, dan organisasi kepemimpinan untuk memahami lingkungan eksternal, dan memiliki kemampuan untuk mengartikulasikan pendekatan yang meyakinkan untuk memajukan bisnis mereka.

Baca juga: Tipe Inovasi yang Wajib Diketahui Para Pemimpin


Selain lima hal diatas, Katherine menemukan satu kompetensi di mana pemimpin inovatif berkinerja lebih buruk daripada pemimpin yang kurang inovatif, yaitu dalam menjaga keteraturan dan akurasi. Maka dari itu, organisasi perlu melengkapi inisiatif inovasi dengan orang-orang yang kuat dalam manajemen proyek, atau menyediakan tools dan pelatihan untuk membantu inovator mengelola detail secara lebih efektif.

Jadi, apakah Anda tergolong sebagai pemimpin yang inovatif?



2,504 views0 comments

Recent Posts

See All