top of page

5 Tahap Proses Design Thinking

Feb 10, 2021
2 min read

Updated: Mar 10, 2021

Ada banyak sekali variasi terkait proses atau tahapan dalam melakukan Design Thinking, salah satunya yang paling populer adalah proses 5 tahap yang dikembangkan oleh Stanford University d.School. 5 tahap dalam proses tersebut adalah: Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Testing. Mempraktikan kelima tahap ini membantu kita untuk mengaplikasikan kreativitas untuk menyelesaikan permasalahan riil dengan efektif.


people staring their writing about innovation with design thinking in the sticky note

Tujuan 2 tahap pertama, empathy dan define, adalah untuk memahami permasalahan yang ada sebelum mencari solusinya. Kebanyakan orang, yang tidak menggunakan Design Thinking, tidak begitu berupaya memahami permasalahannya sebelum mencari solusi. Banyak dari mereka, mencoba memahami permasalahannya hanya dari sudut pandang mereka sendiri, bukan customer atau stakeholder yang mengalami masalahnya, sehingga masalah yang diidentifikasi bisa jadi salah atau kurang tajam. Jadi dalam tahap satu Empathize, kita fokus memahami perspektif dan perasaan customer; kita cari tahu keluhannya, keinginannya, dan hal lain untuk mendapatkan insight terkait tantangan dan aspirasinya. Selanjutnya di tahap Define, kita identifikasi permasalahan utama customer yang ingin kita bantu pecahkan dan coba mendefinisikan permasalahannya dari sudut pandang customer. Lantas setelah melakukan tahap 1 dan 2, kita memiliki pemahaman yang mendalam terkait permasalahan yang dialami customer.

Kemudian di tahap tiga, Ideate, fokus kita adalah mencari solusi untuk memecahkan permasalahan yang sudah kita definisikan. Dalam tahap ini kita dan tim menantang dan membebaskan sesama untuk berpikir luas dan kreatif, dan baiknya kita lakukan dengan tim yang heterogen agar ide yang dikumpulkan lebih kaya. Prinsip utama dalam melakukan ideasi adalah menunda penilaian solusi. Jadi di awal kita perluas eksplorasi ide untuk menghasilkan sebanyak mungkin kemungkinan solusi, termasuk ide-ide yang ‘gila’ dan ‘liar’. Penting untuk kita tidak cepat membuang ide-ide gila karena satu-satunya cara untuk mendapatkan ide ‘out of the box’ adalah dengan mempertimbangkan ide-ide tidak biasa dari awal. Setelah terkumpul banyak ide, baru kita lakukan penilaian atau penyaringan solusi untuk memilih ide-ide terbaik.

Ide solusi yang kita pilih kita kembangkan di tahap 4 dan 5, yaitu prototype dan testing. Jadi kita kembangkan ide tersebut menjadi Prototype, atau representatif konkrit yang bisa diindera, dan kita Test atau uji cobakan dengan customer untuk mendapatkan umpan balik mereka. Apa selanjutnya? Apakah sudah selesai proses Design Thinking-nya? Tentu tidak. Berdasarkan umpan balik yang didapat, kita lakukan iterasi lagi untuk memperbaiki solusinya; kita bisa mulai lagi iterasinya dari tahap prototype, ideate, define, atau empathy. Jadi kita lakukan beberapa iterasi lagi sampai akhirnya mendapatkan solusi yang terbukti mampu menyenangi customer dan juga optimal dari segi teknologi dan bisnis. Proses iterasi atau mengulang inilah yang kunci kesuksesan dalam Design Thinking. Seperti itulah gambaran 5 tahapan Design Thinking, yang sebenarnya bukan 5 tahapan linear, melainkan proses yang dinamis dan iteratif.


14 Comments


When a router page does not load, checking the address is often a reasonable place to begin. The phrase 192.168.o.1.1 may contain a letter where a number is expected, and correcting that mistake can help clarify the issue.


Like

I like how design thinking breaks problem-solving into clear, practical steps. Testing ideas and learning from feedback can make a big difference in the final result. Even games like space waves show how simple ideas can turn into engaging experiences through thoughtful design.

Like

I usually appreciate gaming websites that make it easy to understand the available features without spending too much time searching. A 9kclub simple layout, useful instructions, and properly organized sections can make a big difference. I also think it is important for website owners to review their content regularly so visitors do not follow outdated information. Mobile compatibility is another thing worth considering because many people browse through their phones. Overall, practical information and smooth navigation create a more comfortable experience.

Like

I like how this explanation emphasizes that Design Thinking is an iterative process rather than a fixed sequence of five steps. Testing prototypes, listening to customer feedback, and refining ideas help teams develop solutions that work for both users and businesses. That same trial-and-error approach reminds me of Melon Sandbox, a physics sandbox game where experimenting with different setups helps uncover new possibilities.

Like

There is a lot of fear about the government tracking us with CBDCs, but what about us tracking the government? Imagine a public budget where you can verify every dollar spent in real-time on a block explorer. That’s the flip side of the coin. I found a great article on blockchain infrastructure and the potential for transparency in digital public financial systems: https://www.thestreet.com/crypto/newsroom/blockchain-infrastructure-digital-public-financial-systems. It suggests that corruption becomes much harder when the ledger is open. If we are inevitably moving toward digital money, we should push for the architecture that ensures the transparency goes both ways.


Like
bottom of page