• Indrawan Nugroho

Bagaimana Cara Berpikir Out of The Box?

Kadang-kadang, atasan Anda datang dan langsung mengatakan, “Ayo dong, berpikir out of the box. Jangan berpikir gitu-gitu aja.” Lalu, meskipun Anda menyanggupi, dalam hati tetap saja Anda bingung bagaimana caranya untuk berpikir out of the box. Yuk, kita eksplorasi bagaimana caranya.


Jadi, bagaimana cara supaya kita bisa berpikir dan mencari inovasi yang di luar kotak? Nah, ada tiga hal yang Anda bisa lakukan.


1. Questions Everything

Pertanyakan segalanya. Pertanyakan apapun yang Anda lakukan, apapun yang Anda dengar, apapun yang Anda lihat, pertanyakan. Misalnya, Anda bisa mempertanyakan, “Mengapa meeting harus begini? Mengapa kerja harus begitu? Mengapa format laporan harus seperti ini?”


Itu adalah beberapa contoh dari mempertanyakan segalanya. Kalau dipikirkan, hal ini memang cukup menyebalkan. Karena itu, saat Anda mempertanyakan segalanya, Anda tidak perlu benar-benar mengatakannya. Anda cukup memikirkannya di dalam hati saja.


Baca juga: Apa itu Design Thinking? Dan Kenapa Sangat Populer?


Namun, pada intinya, ada suatu upaya dari diri Anda untuk mencoba melihat segala sesuatu dari peluang yang baru dan berbeda dari apa yang Anda lihat, dengar, dan upayakan pada saat itu. Jika Anda melakukan hal ini, pada saat itulah Anda sedang berada dalam kondisi out of the box.


Kenapa? Karena yang biasa Anda lihat, Anda dengar, Anda jalankan, itu adalah kotak yang sekarang justru ingin Anda tembus. Maka, Anda perlu mempertanyakan mengapa tidak begini atau mengapa tidak begitu kepada segala sesuatu di sekitar Anda dan buat diri Anda berada di dalam kotak.


2. Define Your Own Assumption

Sadar atau tidak, kita punya asumsi terhadap segala hal yang ada di sekitar kita. Kita punya asumsi bagaimana atasan kita, asumsi tentang customer kita, asumsi tentang milenial, asumsi tentang babyboomer, dan lain sebagainya. Dan selama kita berpegang dengan asumsi tersebut, maka kita sedang berada di dalam kotak.


Jika Anda ingin keluar dari kotak, maka Anda harus menantang asumsi tersebut. Cari bukti-bukti yang menunjukkan bahwa asumsi dasar yang Anda miliki salah. Ketika Anda berhasil menantang asumsi-asumsi tersebut, sebenarnya Anda sedang keluar dari kotak Anda sendiri.


3. Embrace the Impossible

Sambutlah kemustahilan. Biasakan untuk mengajukan gagasan yang akan membuat orang lain menyangsikan atau menganggapnya mustahil dan tidak mungkin. Contohnya, ketika atasan Anda mengatakan, “Tolong cari cara bagaimana kita bisa mengalahkan incumbent itu, perusahaan besar yang menjadi kompetitor kita.”


Kemudian Anda mengatakan, “Oh gampang pak, kita beli saja perusahaannya. Selesai sudah.”


Gagasan ini tentu saja akan dianggap mustahil. Siapapun tahu kalau uang tidak jatuh dari langit. Dan membeli perusahaan besar terasa tidak mungkin sama sekali. Apalagi jika dilakukan oleh perusahaan kecil.


Baca juga: Design Thinking vs Six Sigma


Nah, itulah The Impossible yang dimaksud. Orang yang membiasakan diri menyampaikan gagasan yang tidak mungkin dengan ringan sebenarnya dia sedang berpikir out of the box. Pemikiran untuk meningkatkan strategi marketing, meningkatkan SEO dan semacamnya adalah pikiran within the box. Dan pikiran liar yang aneh itulah yang sebenarnya berada di luar kotak.


Kemudian, Anda mungkin akan bertanya-tanya bagaimana mungkin ide seperti itu bisa dipakai oleh perusahaan?


Di sinilah perlu Anda sadari bahwa thinking out of the box bukanlah goal atau outcome yang ingin Anda dapatkan. Thinking out of the box adalah sebuah proses atau jalan. Anda harus keluar dulu dari kotak, supaya Anda bisa melihat peluang lebih banyak. Supaya eksplorasi alternatif yang Anda lakukan bisa lebih luas. Tidak sempit dan hanya berada di dalam kotak saja. Namun, tidak setiap hal di sana harus Anda pakai juga.


Karena, saat Anda harus mengeksekusi sebuah gagasan, Anda tetap harus mengeksekusinya dari dalam kotak. Kotak tersebut bisa saja bernama korporasi, aturan, hukum, sumber daya yang terbatas, dan lain sebagainya.


Tapi, jika Anda sudah keluar dulu dari kotak dan mengeksplorasi berbagai kemungkinan, alternatif, cara, dan sebagainya, pada akhirnya Anda bisa mendapatkan beberapa gagasan bagus dan brilian. Gagasan yang bagus dan brilian inilah yang kemudian Anda ambil, simplifikasi, dan Anda adjust agar bisa muat dengan kotak Anda.


Baca juga: Cara Cari Ide Bisnis Baru


Lalu, ketika Anda masukkan ke dalam kotak, gagasan itu akan menjadi gagasan brilian karena belum pernah terpikirkan sebelumnya. Dan itulah yang nantinya akan menjadi revolusi. Eksekusi akan tetap dilakukan di dalam kotak, namun gagasannya berasal dari luar kotak. Itulah bagaimana Anda bisa berpikir out of the box dan memiliki inovasi yang juga out of the box.