Cara Mudah Memotivasi Tim Agar Terus Semangat Berinovasi

Updated: Mar 11

Bagi Tim yang baru saya menerapkan budaya inovasi, mungkin akan merasa bahwa inovasi adalah kegiatan yang sangat melelahkan, bukan hanya secara pikiran, tetapi secara emosional juga. Terutama karena serba tidak pasti, harus mengambil risiko, dan banyak kekecewaannya juga. Olehkarena itu Anda sebagai Leader, penting untuk bisa menjaga motivasi tim agar mereka terus semangat berinovasi.

karyawan memberikan tepuk tangan sebagai motivasi agar terus semangat berinovasi

Di banyak perusahaan, upaya inovasi biasanya diapresiasi hanya bila hasilnya sukses. Ada pun perusahaan yang mempenaltikan upaya inovasi yang hasilnya gagal, sehingga karyawannya melihat bahwa upaya inovasi bisa membahayakan karirnya. Hal ini mengkhawatirkan karena banyak riset menunjukan bahwa probabilitas kesuksesan sebuah ide inovasi lebih rendah dari probabilitas kegagalannya. Contohnya, satu riset menunjukan bahwa 6 dari 10 investasi inovasi hasilnya merugikan. Maka dari itu, kemungkinan besar tim Anda yang baru memulai inovasi akan mengalami beberapa kali kegagalan dulu sampai akhirnya baru sukses berinovasi. Dan kegagalan ini wajar karena mereka bermain dengan ide baru yang belum ada presedennya, tetapi dengan catatan proses inovasinya sudah dilakukan dengan benar ya. Bayangkan kalau selama mereka gagal, usaha kerasnya tidak pernah diapreasiasi atau bahkan dipenaltikan, adanya mereka akan segan, kapok, atau bahkan takut untuk berinovasi. Kalau begitu, apakah kegagalannya perlu kita apresiasi? Sebenarnya bukan kegagalannya yang diapresiasi, tetapi behavior atau perilaku innovatifnya, walaupun hasil inovasinya gagal.

Baca juga: 5 Hal Penting dalam Membangun Ekosistem Inovasi

Jadi yang diapresiasi adalah keberaniannya untuk mengambil risiko dan bereksperimen dengan ide yang belum pernah dicoba rekan lainnya dan tidak terjamin keberhasilannya. Selain perilaku ini, kita juga apreseasi kontribusi eksperimennya terhadap pembelajaran insight baru. Eksperimennya menunjukan bahwa ide spesifik tersebut hasilnya tidak bagus, sehingga mengurangi ketidakpastian dan risiko untuk orang berikutnya yang ingin menyelesaikan permasalahan serupa. Oleh karena itu, sebaiknya tim tidak diapresiasi hanya untuk projek inovasi yang sukses, tetapi semua projek inovasi yang sudah diupayakan. Tetapi apakah hal ini bisa membuat tim menjadi cuek terhadap hasil inovasinya? Tidak juga, karena yang ditolerir adalah kegagalan eksperimentasinya, yakni hasil eksperimennya menunjukan bahwa asumsi atau hipotesa yang dibuat salah, bukan kegagalan execution excellence. Dalam konteks ini, yang dimaksud kegagalan execution excellence adalah kelalaian saat melakukan inovasi atau eksperimennya. Misalnya, ada tahap proses inovasi yang dilewatkan atau tidak dilakukan sesuai standard. Kalau kegagalannya dalam aspek ini tentu tidak patut diapresiasi.

Baca juga: Sudah Melakukan Inovasi? Begini Cara Mengevaluasi Proses Inovasi Tim Anda!

Terakhir, yang perlu highlight bahwa apresiasi yang dimaksud di sini tidak mesti dalam bentuk finansial. Bisa dalam bentuk rekognisi seperti pujian di depan rekan-rekannya atau manajemen. Bisa dalam bentuk pengembangan, seperti kepercayaan atau wewenang untuk melakukan projek yang lebih menantang. Atau dalam bentuk pengembangan karir, seperti dukungan atau rekomendasi untuk promosi. Jadi banyak sekali cara Anda bisa mengapresiasi upaya inovasi tim.

Baca juga: Empat Sumber Daya Manusia yang Wajib Dialokasikan untuk Inovasi

Sebagai kesimpulan, bila Anda ingin menjaga motivasi tim untuk terus berinovasi sebagai budaya, apresiasilah upaya inovasinya terlepas dari hasilnya.


Recent Posts

See All