Sudah Melakukan Inovasi? Begini Cara Mengevaluasi Proses Inovasi Tim Anda!

Updated: Mar 11

Ketika budaya inovasi di tim Anda sudah mulai berjalan, anggota tim sudah bergerak dengan projek inovasinya masing-masing. Tentu, Anda sebagai pemimpin perlu secara berkala memonitor performa inovasi mereka demi improvement ke depannya. Menurut perusahaan inovasi Viima, untuk memonitoring projek inovasi dibuat berbeda per fase inovasinya sesuai tingkat ketidakpastiannya. 3 fase tersebut adalah learning stage, innovation stage & impact stage.

Mari kita bahas satu per satu;


Pertama, learning stage.


Dalam learning stage, faktor unknown atau uncertainty-nya masih banyak sekali. Cara mengatasi ini adalah membuat asumsi dan menguji asumsinya valid atau tidak. Jadi fokus stage ini adalah testing asumsi untuk mendapatkan insights, bukan implementasi ide. Oleh karena itu, yang perlu Anda monitor di fase ini adalah seberapa banyak dan efektif tim sudah melakukan assumptions testing dan belajar dari insightsnya.


Kedua, innovation stage.


Dalam innovation stage, ketidakpastian sudah merendah karena sudah melakukan assumptions testing. Fokus dari stage ini adalah mengimplementasi ide yang sudah lebih tervalidasi berdasarkan hasil assumptions testing. Karena masih ada ketidak pastian dan hasil inovasi biasanya tidak langsung kelihatan, di tahap ini jangan langsung mengukur hasilnya. Yang perlu Anda monitor di fase ini adalah seberapa tim sudah mengimplementasikan idenya dengan optimal.


Terakhir, impact stage.


Di impact stage, ketidakpastian sudah rendah, sehingga kita sudah bisa mulai mengukur dampak dari inovasinya, seberapa berhasil atau tidak berhasil. Dalam memonitor dampak inovasi, yang perlu diingat adalah ketidakberhasilan inovasinya jangan semena-mena dinilai sebagai bad performance. Bila proses inovasinya dilakukan dengan proper, ‘cost of failure’ atau kerugian dari ketidakberhasilannya bisa dilihat sebagai investasi untuk pembelajaran terkait ‘what works’ atau ‘what doesn’t work’. Dan hasil pembelajarannya bisa dimanfaatkan untuk siklus inovasi berikutnya.


Demikianlah cara memonitor performa projek inovasi secara fair agar tim dapat fokus bereksperimen dibanding mengejar timeline. Ingat juga bahwa, karena tim baru saja membiasakan diri dengan budaya inovasi, yang lebih penting adalah membentuk keberanian berinovasi dibanding keberhasilan inovasinya.


Baca juga:

Ciri Karyawan yang Mampu Berkolaborasi

Membangun Semangat Tim untuk Menerapkan Inovasi

Budaya Inovasi Melekat pada Perilaku Karyawan



Recent Posts

See All

PT Cipta Konsultan Internasional

CIAS Innovation Space. Graha Zima Unit B-5.

TB Simatupang No 21. Jakarta Timur. Indonesia. 13760

email: info@cias.co    phone: +62 21 2209 4835

  • LinkedIn
  • YouTube
  • Facebook
  • Instagram

Copyright 2020. All Rights Reserved.