Kerja Makin Sat Set Sat Set dengan Cara Agile

Updated: Nov 18

Layanan perbankan milik Bank BTPN, Jenius, adalah contoh nyata dari manfaat cara kerja Agile. Hanya dalam 9 bulan, Jenius berhasil berinovasi dan menghadirkan 4 fitur terbaru di aplikasinya. Keberhasilan inovasi ini membuat lebih dari 2,5 juta orang mengunduh aplikasi Jenius.


Tapi, apa sih Agile itu? Bagaimana Agile dapat membuat pekerjaan jadi lebih sat set? Dan apakah Agile dapat digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan sehari-hari?


Apa Itu Agile?

Sebelum membahas lebih jauh, rasanya penting untuk mengetahui apa itu Agile. Sehingga, persepsi mengenai definisi Agile bisa lebih seragam.


Pada dasarnya, Agile adalah sebuah cara kerja yang bertujuan untuk menciptakan nilai atau value tertinggi dalam waktu tersingkat. Lalu, bagaimana cara Agile membuat pekerjaan Anda menjadi lebih cepat dan lebih bernilai?


3 Esensi Agile

Pada praktiknya, cara kerja Agile mengacu pada 3 esensi dasar yang disebut 3C. Yaitu Customer Centric, Collaborative, dan Cadence. 3 esensi ini harus dipahami dengan baik oleh setiap orang yang ada dalam organisasi atau perusahaan yang menerapkan Agile agar dapat memberikan hasil yang optimal.


Baca juga: Kombinasi Metode Inovasi Design Thinking, Lean Startup & Agile


Secara sederhana, customer centric artinya menempatkan customer sebagai bagian paling penting dan utama. Collaborative adalah kolaborasi antar pihak agar bisa mendapatkan value tertinggi. Dan cadence adalah menempatkan waktu sebagai variabel paling sakral.


1. Customer Centric

Dalam cara kerja Agile, setiap pekerjaan yang dilakukan selalu berorientasi pada customer. Karena itu, penting juga untuk mengetahui, mengidentifikasi, dan menetapkan siapa yang akan menjadi customer. Jika customer yang dituju belum jelas, maka pekerjaan yang dilakukan bisa berantakan dan bahkan menjadi pemborosan.


2. Collaborative

Setelah memahami cara kerja Agile, seseorang akan menyadari bahwa pekerjaan dengan nilai tinggi membutuhkan kolaborasi banyak pihak. Karena itu, dia akan membuka diri dan berkolaborasi dengan orang lain atau divisi lainnya.


3. Cadence

Secara harfiah, cadence berarti berirama. Dalam ruang lingkup Agile, cadence berarti menyadari bahwa variabel waktu adalah variabel paling sakral. Ditambah lagi, tidak seorang pun memiliki kuasa atas waktu.


Dengan mindset tersebut, cara kerja Agile mampu mendorong kreativitas dan melahirkan terobosan-terobosan baru agar project dapat selesai tepat waktu.


Bagaimana Agile Membantu Pekerjaan?

Perkembangan zaman dan keterbukaan informasi membuat banyak hal berjalan dengan sangat dinamis. Perubahan yang sangat cepat ini tentu saja menuntut respons yang juga cepat. Dan kebutuhan mengenai hal tersebut dapat terjawab melalui penerapan cara kerja Agile.


Jika melihat dari 3 esensi Agile yang di atas, Anda mungkin merasa bahwa Anda sudah melakukan cara kerja Agile. Bahkan mungkin lebih lama dari yang Anda sadari. Lalu, mengapa cara kerja Agile tetap perlu dipelajari?


Baca juga: Agile vs Waterfall


Jawabannya tentu saja sangat sederhana. Anda mungkin sudah menerapkan 3 esensi Agile dalam pekerjaan, namun belum melakukannya secara terstruktur. Cara kerja Anda baru dapat dikatakan sebagai cara kerja Agile jika 3 esensi Agile diterapkan secara berurutan. Mulai dari customer centric, lalu collaborative, dan kemudian cadence.


Dengan menerapkan cara kerja Agile secara ideal, memberikan value tertinggi dengan waktu kerja tersingkat kepada customer adalah sesuatu yang sangat mungkin. Namun, manfaat Agile bukan itu saja. Cara kerja ini juga memberikan manfaat kepada karyawan yang melakukannya. Seperti meningkatkan moral, meningkatkan motivasi, dan tentu saja meningkatkan produktivitas dan kualitas diri karyawan tersebut.



882 views1 comment

Recent Posts

See All