top of page
  • Writer's pictureCIAS

Leader Inovatif WAJIB Punya Kebiasaan Ini!

Di era yang semakin kompleks dan berubah dengan cepat seperti saat ini, keberhasilan suatu organisasi tidak lagi hanya ditentukan oleh faktor-faktor tradisional seperti keuangan dan sumber daya manusia yang kuat. Dalam era BANI (brittle, anxious, nonlinear & incomprehensible), kepemimpinan inovatif menjadi faktor kritis yang membedakan antara organisasi yang berhasil dan yang tertinggal.


Pemimpin inovatif bukan hanya sekadar mengejar tren teknologi terbaru atau menciptakan produk baru. Mereka adalah agen perubahan yang mampu menginspirasi, memotivasi, dan memimpin organisasi menuju masa depan yang lebih baik. Dalam dunia yang terus berkembang dan penuh dengan ketidakpastian, pemimpin inovatif memiliki peran yang penting dalam membantu organisasi beradaptasi, berinovasi, dan memanfaatkan peluang yang ada.

Pemimpin inovatif juga mampu mengembangkan budaya inovasi di dalam organisasi. Mereka menciptakan lingkungan yang mendorong kreativitas, kolaborasi, dan eksperimen. Mereka menghargai ide-ide baru, memberikan dukungan dan sumber daya yang diperlukan untuk mengubah ide-ide tersebut menjadi kenyataan. Budaya inovasi yang kuat memungkinkan organisasi untuk terus beradaptasi, berevolusi, dan menghadapi perubahan dengan lebih baik.


Selain itu, pemimpin inovatif juga memiliki kemampuan untuk menggerakkan orang-orang di sekitar mereka. Mereka adalah komunikator yang kuat dan pendengar yang baik. Mereka memahami pentingnya mendengarkan ide dan perspektif yang berbeda. Karenanya, penting bagi seorang leader di perusahaan juga bisa sebagai Coach dan melakukan coaching terhadap timnya dalam memunculkan ide inovatif di kantor.

Hubungan Coaching & Inovasi


Pertama-tama, kita perlu pahami dahulu bahwa jarang sekali ide-ide inovatif lahir begitu saja dari karyawan. Betul bahwa banyak inovasi berawal dari sebuah ide yang dipikirkan seseorang, tapi biasanya ide-ide yang baru keluar itu bisa dibilang masih mentah atau setidaknya setengah matang, sehingga biasanya baru setelah percakapan-percakapan dengan orang lain, seperti Atasan, ide-ide tersebut menjadi lebih matang dalam arti lebih bermanfaat secara konkrit dan tidak hanya keren secara konsep.


Selain itu, bila kita lihat proses lahirnya ide-ide mentah tersebut, seringkali ide-ide tersebut terpikirkan secara tidak terduga setelah ngobrol atau berinteraksi dengan orang lain. Istilah bahasa inggrisnya itu 'serendipitous conversations'. Contohnya kita tadinya niat ngobrol atau mungkin curhat santai aja sama kolega di pantry, tanpa ekspektasi apa-apa, namun tak diduga malah dapat inspirasi untuk sebuah ide. Kesimpulannya adalah bahwa percakapan atau conversations yang seorang leader lakukan dengan timnya bisa sangat berpengaruh terhadap kemampuan timnya untuk melahirkan ide-ide inovasi yang bermanfaat. Jadi apa kaitannya coaching dengan inovasi? Coaching conversations atau percakapan coaching adalah salah satu tipe percakapan yang efektif untuk digunakan para leader dalam membantu atau memfasilitasi timnya berinovasi.


Kebiasaan Leader Inovatif dalam Mendorong Tim Berpikir Inovatif


Tantangan yang paling sering dihadapi perusahaan saat ingin menumbuhkan kebiasaan leaders melakukan coaching kepada timnya adalah 'leaders terlalu sibuk untuk bisa meluangkan waktu untuk coaching setiap anggota timnya, apalagi kalau timnya besar dan pace kerjanya sangat cepat. Biasanya karena alasan ini, coaching sering dibilang sulit untuk diimplementasikan oleh leaders di organisasi.


Tetapi sebenarnya, sulit atau tidaknya, tergantung coaching seperti apa yang diekspektasikan. Bila yang diekspektasi adalah leader secara rutin mengagendakan sesi coaching formal setengah sampai satu jam dengan setiap anggota timnya setiap 2 minggu, ya jadi sulit. Bila yang diekspektasi adalah leader melakukan coaching seperti seorang professional coach seperti yang diajarkan di training coaching, ya jadi sulit juga.


Kabar baiknya adalah leaders gak harus kok coaching seperti professional coach. Kalau menurut Michael Bungay Stanier, penulis buku 'The Coaching Habit', dan salah satu Global Guru in Coaching, yang penting leaders itu 'coach-like' atau seperti coach dalam gaya kepemimpinannya.



Lalu, kebiasaan coach-like apa yang perlu dilatih atau dikembangkan pada seorang leader agar percakapan coaching bisa terjadi dalam keseharian? Menurut Michael Bungay Stainer, ada 2 kebiasaan fundamental yang paling penting untuk dikembangkan terlebih dahulu, ia rangkum dalam kalimat menarik ini, "Stay curious a little bit longer, and rush to advice-giving a little bit more slowly". Cukup simpelkan? Jadi bagaimana ketika sedang membahas sesuatu dengan anggota tim, kita bisa lebih bersabar dan ingin tau dulu pendapat tim, dan menahan diri untuk tidak langsung memberikan saran atau pendapat kita.


Kalau dalam konteks inovasi. Contohnya ketika kita sedang membahas sebuah permasalahan dengan tim, kita tidak langsung mendiagnosa atau menganalisa dan menyampaikan saran atau solusi kita, tetapi kita tanyakan dulu pendapatnya dan perkiraan solusinya. Ketika tim menyampaikan ide, kita tidak langsung mengomentarinya, tetpai kita tanya dulu apa yang mendasari idenya dan bagaimana membuat idenya lebih bermanfaat.


Ketika harus mengusulkan inisiatif improvement departemen, kita coba gali dulu ide-ide tim sebanyak-banyaknya, dan bahkan minta tim menilai ide-idenya sebelum kita yang menilai. Tapi tentu bukan dengan cara yang mengintimidasi sehingga tim malah jadi stres, namun dengan cara yang membuat tim merasa bahwa leadernya memang menghargai pendapatnya. Jadi dengan kita lebih lama menanyakan pendapat dan menahan pemberian saran, leader sudah bersikap lebih coach-like sehingga tim akan lebih terpicu untuk berpikir orisinil dan inovatif. Tentu ada kebiasaan-kebiasaan lain yang perlu dilatih, tapi dua kebiasaan tersebut cukup sebagai langkah awal untuk menjadi coach-like. Dan cukup banyak juga kesempatan dalam percakapan keseharian untuk menerapkan kebiasaan tersebut, karena setiap hari pasti ada permasalahan atau sesuatu yang tidak berjalan sesuai rencana.


Meskipun tantangan dalam menerapkan coaching pada setiap anggota tim bisa terasa sulit, penting untuk diingat bahwa menjadi leader yang coach-like adalah kunci utama. Dengan mempraktikkan kebiasaab-kebiasaan seperti tetap beratanya dan mendengarkan lebih lama sebelum memberikan saran, Anda sebagai leader dapat menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan, kreativitas & inovasi tim. Dengan fokus pada kebiasaan coach-like, pemimpin dalam mempengaruhi perubahan positif dalam tim dan mencapai hasil yang lebih dalam jangka panjang.


Walau sulit menjadi leader yang coach-like, kami percaya setiap pemimpin perusahaan di berbagai industri wajib dan perlu memiliki kebiasaan-kebiasaan ini agar organisasi yang dipimpinnya mencapai hasil yang diinginkan, karenanya CIAS sebagai perusahaan consulting siap membantu para leader di perusahaan agar bisa menjadi coach-like sehingga tim bisa memunculkan ide inovatif dan mencapai keberhasilan melalui inovasi dan kepmimpinan yang tangguh di era BANI. Hubungi kami disini.








Comments


bottom of page