Mengidentifikasi Pekerjaan Yang Bisa Diotomasi

Penerapan automasi dalam perusahaan atau organisasi tentu saja memiliki banyak manfaat. Salah satunya adalah penyelesaian pekerjaan yang lebih cepat. Di samping itu, penerapan automasi juga dapat meningkatkan kepuasan karyawan dan mendorong inovasi dan kreativitas.


Lalu, bagaimana mengidentifikasi pekerjaan yang bisa diautomasi?



1. Start Small, Move Fast

Untuk memulai automasi, ada dua prinsip yang perlu Anda paham. Yaitu start small dan move fast. Dengan kata lain, Anda perlu memulai dari hal yang paling sederhana dan menjalankan prosesnya dengan lebih cepat.


Akan tetapi, bukan berarti Anda perlu terburu-buru dalam melakukan inisiatif automasi. Pertama-tama, Anda bisa mulai dengan menemukan proses yang perlu diautomasi.


2. Temukan Proses yang Perlu Diautomasi

Proses automasi dapat membantu perusahaan untuk bekerja dengan lebih efektif dan efisien. Namun, Anda perlu menemukan proses-proses yang memerlukan automasi terlebih dahulu. Sehingga, penerapan automasi bisa memberikan dampak sesuai harapan.


Baca juga: Keuntungan Bekerja dengan Otomasi di Kantor


Untuk menemukan proses tersebut, Anda bisa memulainya dengan melakukan pendekatan Design Thinking dan Agile. Pendekatan Design Thinking membantu Anda merumuskan proses automasi dengan lebih tepat. Mulai dari menemukan masalah atau tantangan yang ada, opportunity yang bisa Anda automasi, customer yang akan Anda bantu, hingga proses yang perlu diautomasi.


3. Mulai Dari yang Termudah dan Berdampak Besar

Di tahap ini, Anda tentu saja sudah menemukan banyak opportunity yang bisa Anda automasi. Akan tetapi, tentu saja tidak mungkin untuk melakukan automasi terhadap seluruh opportunity tersebut dalam satu waktu. Karena itu, Anda perlu melakukan kurasi dan ranking prioritas dari opportunity yang ada tersebut.


Pastikan juga apakah automasi tersebut nantinya akan sesuai dan cocok dengan budaya perusahaan, proses yang sudah berjalan, dan sesuai dengan solusi yang memang dibutuhkan. Dari seluruh proses ini, Anda bisa mulai dari opportunity yang paling mudah dan memiliki dampak yang paling besar.


4. Buat Perencanaan

Setelah menemukan proses yang bisa diautomasi, tahap selanjutnya adalah memulai perencanaan dan proses automasi. Pertimbangkan apa saja solusi yang dibutuhkan dan cara yang perlu Anda lakukan untuk menjawab tantangan yang ada.


Baca juga: Tantangan Memulai Budaya Inovasi


Sehingga, di akhir sprint Anda bisa menghasilkan sebuah produk automasi sesuai dengan kebutuhan. Produk ini bisa berbentuk bot automasi ataupun tools automasi. Tergantung dengan kondisi dan tantangan yang dihadapi.


5. Temukan Opportunity Baru

Selain pendekatan Design Thinking, proses automasi juga dilakukan dengan pendekatan Agile. Sehingga, proses iterasi dan perkembangan akan terus berlanjut. Dengan begitu, tools yang digunakan dapat semakin menjawab kebutuhan perusahaan dengan lebih baik.


Di samping itu, pendekatan Agile juga membantu Anda menemukan lebih banyak opportunity yang bisa diautomasi. Pada akhirnya, hampir setiap task atau pekerjaan dalam perusahaan Anda bisa diautomasi secara maksimal.


Baca juga: Apa Itu Work Automation dan Bagaimana Cara Kerjanya?


Proses automasi dapat membangun ekosistem perusahaan yang lebih seamless. Karyawan juga akan menjadi lebih kreatif, inovatif, dan memiliki waktu lebih untuk memberikan dampak nyata bagi perusahaan. Selanjutnya, proses automasi ini juga akan membantu perusahaan mencapai transformasi digital dengan lebih cepat.



253 views0 comments