Tantangan Memulai Budaya Inovasi

Memulai inovasi memang bukan sesuatu yang mudah. Tidak jarang, berbagai tantangan dihadapi oleh perusahaan saat akan memulai budaya inovasi. Namun, ada beberapa tantangan yang paling sering muncul. Berikut ini adalah beberapa tantangan memulai budaya inovasi yang paling sering dihadapi:


1. Bingung Antara Continous Improvement dan Inovasi

Hampir setiap orang cukup familier dengan jargon continous improvement. Yaitu jargon yang mengatakan bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Untuk mewujudkan hal ini, perusahaan biasanya mengadakan Quality Circle atau pengadaan operasional improvement yang sifatnya small increment.


Setelah terbiasa dengan continous improvement, kemudian muncul istilah inovasi. Karena itu, banyak karyawan atau atasan yang merasa bingung tentang perbedaan antara continous improvement dan inovasi. Sayangnya, hal ini justru membuat perusahaan jadi terjebak dalam definisi daripada mewujudkan inovasi.


2. Kurang Percaya Diri, Kreatif, dan Inovatif

Tantangan berikutnya adalah perasaan kurang percaya diri serta merasa kurang kreatif dan inovatif. Sehingga, saat diminta untuk memulai inovasi, pikiran terasa buntu dan bingung. Bahkan ada juga orang yang langsung merasa kalau berpikir kreatif adalah sesuatu yang sulit.


Pada dasarnya, hal ini adalah hal yang wajar. Kabar baiknya, berpikir kreatif dan inovatif adalah sesuatu yang bisa dilatih dan dibiasakan. Karena itu, seorang manajer, pemimpin, atau pemilik usaha bisa memberikan stimulus yang memicu kepercayaan diri untuk berpikir kreatif dan inovatif.


3. Rekan Kerja, Fungsi Lain, Belum Ada yang Melakukan

Alasan selanjutnya adalah perasaan aneh jika melakukan inovasi. Khususnya, jika teman kerja, fungsi, dan departemen lain belum ada yang melakukan inovasi. Hal ini umumnya terjadi dalam perusahaan yang belum membiasakan budaya inovasi di dalamnya.


4. Atasan Tidak Memberikan Arahan

Sering kali, atasan tidak memberikan arahan untuk melakukan inovasi. Bahkan ada juga atasan yang tidak mendukung adanya inovasi. Dalam kondisi seperti ini, karyawan yang ingin melakukan inovasi juga akan merasa ragu dan sungkan.


Namun, jika atasan memberikan arahan atau contoh, karyawan akan merasa lebih mudah dan berani untuk melakukan inovasi.


5. Sibuk dengan Operasional Rutin Sehari-Hari, Tidak Sempat

Selanjutnya, banyak perusahaan atau individu yang merasa kalau budaya inovasi adalah sesuatu yang penting dan dibutuhkan. Hanya saja, kesibukan operasional rutin sehari-hari membuat pembentukan budaya inovasi menjadi sulit dilakukan.


Tantangan ini tentu saja berbeda-beda di setiap perusahaan. Tergantung bagaimana prioritas, workload, hingga jumlah karyawan yang dimiliki. Di beberapa perusahaan dengan beban kerja yang lebih ringan, inovasi tentu saja akan lebih mudah dilakukan.


6. Tidak Mengerti Caranya

Sebagian orang dan perusahaan ada yang telah memahami pentingnya inovasi. Baik karena ingin mendorong budaya inovasi, manfaat personal, hingga keuntungan untuk perusahaan. Akan tetapi, tidak semua orang dan perusahaan memahami bagaimana cara untuk melakukan inovasi. Hal ini adalah salah satu alasan yang cukup umum ditemukan. Mulai dari perusahaan baru hingga perusahaan besar dan perusahaan lama.


Nah, itulah beberapa tantangan yang umum ditemui saat akan memulai budaya inovasi. Memahami tantangan memulai budaya inovasi dapat membantu Anda mengetahui posisi Anda dan perusahaan saat ini. Dengan begitu, akan lebih mudah bagi Anda untuk menemukan solusi yang Anda temukan.



292 views0 comments