3 Fakta Mengejutkan Tentang Startup

Istilah startup yang sering kita dengar sering dikaitkan dengan perusahaan embrio yang produknya berkaitan dengan teknologi digital. Namun sesungguhnya sebuah startup tidak harus 'digital'. Eric Ries, penggagas Lean Startup Movement, mendefiniskan Startup sebagai "sebuah institusi manusia yang didesain untuk melahirkan produk atau layanan baru di tengah kondisi ketidakpastian yang tinggi."


Jadi saya rasa siapapun yang baru memulai usaha bisa memenuhi kriteria Startup dari Eric Ries diatas. Karena itu, saya percaya fakta dibawah ini relevan untuk Anda. Semoga menginspirasi!


Sebuah perusahaan Venture Capital bernama First Round Capital melakukan analisa terhadap data dari 300 perusahaan dan 600 pendirinya. Data yang dianalisa terkait karakteristik dari pendirinya seperti usia, gender, pendidikan, lokasi, dan pengalaman kerja sebelumnya. Analisa tersebut menghasilkan tiga fakta mengejutkan terkait kesuksesan sebuah startup.

Fakta #1. Pendiri startup perempuan mengalahkan keberhasilan pendiri laki-laki

Jumlah pendiri berjenis kelamin laki-laki jumlahnya dua kali pendiri perempuan. Namun dari hasil analisa data ditemukan bahwa perusahaan yang memiliki setidaknya satu pendiri perempuan, mengalahkan kinerja perusahaan yang semua pendirinya laki-laki. Bahkan, perusahaan yang pendirinya perempuan kinerjanya 63% lebih baik dari perusahaan yang semua pendirinya laki-laki.

Baca juga: Utopia Kolaborasi di Perusahaan


Fakta #2. Pendiri berusia muda mengalahkan pendiri yang lebih senior

Rata-rata usia para pengusaha adalah 40 tahun, dan wajar jika kita beranggapan bahwa kemampuan berusaha tumbuh bersamaan dengan usia. Kenyataannya, perusahaan yang dimulai ketika pendirinya berusia 25 tahun kinerjanya 30% lebih tinggi dari rata-rata kebanyakan perusahaan lainnya. Selain itu, jika melihat 10 perusahaan yang memberikan hasil investasi terbaik, maka rata-rata usia dari para pendirinya adalah 31.9 tahun.

Fakta#3. Pengalaman kerja di perusahaan teknologi besar jadi kunci sukses startup

Data menunjukkan bahwa tim pendiri yang setidaknya salah satunya pernah bekerja di Amazon, Apple, Facebook, Google, Microsoft, atau Twitter kinerja perusahaannya 160% lebih tinggi dari perusahaan lainnya. Mereka juga berpeluang mendapatkan nilai valuasi 50% lebih besar dari rekannya yang lain. Jadi ternyata eksposur terhadap budaya perusahaan besar punya pengaruh terhadap kesuksesan sebuah startup.

Baca juga: Cara Membangun Semangat Tim untuk Menerapkan Budaya Inovasi


Nah, apa makna fakta-fakta diatas bagi Anda?

Silakan sampaikan pendapat Anda di kolom comment dibawah ini.



4,640 views3 comments

Recent Posts

See All