Kenapa Banyak Program Budaya Inovasi di Perusahaan Gagal? Dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Banyak perusahaan yang sudah paham akan pentingnya menciptakan budaya inovasi di perusahaan, dan banyak juga perusahaan yang sudah membuat program-program untuk mewujudkan budaya inovasi di kantor. Sayangnya, seringkali program-program budaya inovasi tersebut gagal. Pada artikel ini kita akan bahas kenapa banyak program budaya inovasi di perusahaan gagal dan bagaimana cara untuk mengatasinya?


Kenapa Program Budaya Inovasi Gagal?


Untuk membangun budaya inovasi di perusahaan tentunya akan melibatkan 3 hal, yaitu; Artifacts, Values & Assumptions.


Artifacts (Artefak): Adalah sesuatu yang terlihat dan kasat mata, misal: ada bean bag di kantor Anda, karyawan bisa bermain tenis meja di kantor atau perusahaan Anda sering mengadakan kompetisi inovasi seperti hackathon.


Artifacts, inilah yang banyak dilakukan organisasi untuk membangun budaya inovasi. Dan sayangnya, output dari artifacts ini hanya sampai tahap awareness tidak sampai merubah perilaku inovatif karyawan. Hal inilah yang menyebabkan Budaya Inovasi di perusahaan gagal.

Ketika perusahaan ingin menerapkan budaya inovasi kepada karyawan, maka alangkah baiknya langsung menyasar pada intinya yang bisa mendikte merubah perilaku karyawan yaitu; Assumptions. Kita harus ubah asumsi yang ada di kepala karyawan, karena dengan asumsi itulah yang akan mendikte perilaku karyawan. Dan diharapkan perusahaan bisa mendesign program yang bisa merubah asumsi karyawan agar menjadi lebih kreatif.

Lalu bagaimana caranya agar perubahan perilaku inovatif dalam menerapkan budaya inovasi ini dapat mendongkrak kinerja karyawan?


Baca juga: Budaya Perusahaan vs Budaya Inovasi


Setelah budaya inovasi terwujud di perusahaan dengan adanya perubahan perlikau karyawan yang semakin inovatif, contohnya; Karyawan di perusahaan mulai mencoba eksperimen hal-hal yang baru, mau belajar, fleksibel dll. Jika hal itu sudah menjadi habit di perusahaan Anda, maka budaya inovasi di perusahaan sudah terbentuk. Lalu bagaimana caranya agar perubahan perilaku inovatif dalam menerapkan budaya inovasi ini dapat mendongkrak kinerja karyawan?


Caranya adalah mulai mengajak karyawan Anda untuk melihat hubungan kerjaannya dengan bottom line. Misal, HR bagian recruitment, perlu disadari bahwa apabila merekrut orang yang salah maka akan merugikan perusahaan, karenanya HR harus menemukan cara untuk merekrut karyawan yang tepat dan bagaimana caranya untuk merekrut orang yang akan menetap di perusahaan Anda dengan waktu yang lama. Ketika karyawan mengerti dan menemukan korelasi antara pekerjaannya dengan bottom line (secara finansial) maka karyawan akan mulai mencari cara-cara baru untuk mendongkrak keuntungan perusahaan.


Baca juga: Kenapa Budaya Inovasi Penting?