Tiga Hal Wajib Diperhatikan Sebelum Mengganti Ide

Updated: Mar 10

Banyak orang mengalami berbagai penolakan saat hendak menyampaikan sebuah ide. Padahal, menurutnya ide yang ada sudah sangat layak untuk diusulkan. Tetapi mengapa penolakan justru terjadi? Lebih parahnya disebut-sebut sebagai ide yang tidak layak.

Menulis ide inovasi di atas kertas dengan pensil dan mengganti ide inovasi

Kalau sudah dihadapkan pada penolakan ide, seharusnya Anda tidak perlu dibuat bersusah payah untuk menyelesaikan ide tersebut bukan? Namun, apa boleh buat ketika ide yang telah dirancang sedemikian rupa menuai penolakan dari atasan. Tetapi, kapan sekiranya waktu yang tepat untuk segera beralih dari ide yang ada? Kondisi yang mengharuskan Anda untuk segera pindah dari ide yang ada yakni ketika dihadapkan pada ES0, apakah itu?


Pertama, E yakni adanya bukti dasar (evidence based)

Artinya hal pertama yang harus diperhatikan ketika hendak mengajukan sebuah ide yakni tersedianya banyak bukti yang mendukung ide. Ketika bukti yang ada ternyata kurang, maka layaknya Anda harus segera beralih dari ide yang saat ini ada. Ketersediaan evidence based harus dipastikan tersedia dalam jumlah yang banyak, sebab hal ini menjadi sangat penting untuk pembentukan ide yang nantinya akan mendorong hadirnya ide yang logis bagi atasan. Namun, bukan tidak mungkin usaha untuk menemukan evidence based menuai tantangan, baik dari hasil yang berbeda atau bahkan tidak pas dengan ide.


Ketika muncul pemikiran “apabila diajukan kepada atasan sepertinya akan terlalu memaksakan karena tidak ada alasan yang logis dan masuk akal” lalu pada akhirnya ide Anda akan ditolak. Maka dari itu, ketika Anda merasa evidence based yang ada sangatlah miskin bukti maka saat itu juga Anda harus melangkah.


Kedua, S yakni bermakna dukungan (support)

Pasti Anda pernah merasa “kok dukungan terhadap ide saya rendah sekali ya?” “mengapa tidak ada yang mendukung saya untuk menyampaikan ide ini?” Hal tersebut akan Anda rasakan ketika dukungan terhadap ide yang ingin disampaikan sangatlah rendah begitupula dukungan dari perusahaan yang sangat minim. Kemudian Anda tersadar bahwasannya politik perusahaan sedang ‘panas-panasnya’ yang tidak memunkinkan untuk menyampaikan ide pada saat itu. Khusus untuk poin yang satu ini, dimana dukungan yang ada sangat rendah maka lebih baik tunda dahulu ide yang dimiliki. Ingat! Ditunda bukan berarti memberhentikan atau mengganti ide. Baru ketika politik perusahaan sudah mereda dan suasana tempat kerja sudah kembali stabil, maka ide boleh segera disampaikan.


Ketiga, 0 (nol)

Ketika Anda merasa tidak ada dampak yang dapat dihasilkan terutama dampak untuk perusahaan. Kondisi tersebut mengharuskan Anda untuk segera move on, sebab dampak yang dihasilkan untuk perusahaan nihil begitupun dampak terhadap lingkungan. Terlebih lagi ketika Anda merasa ide tersebut memerlukan banyak sumber daya, seperti sumber daya manusia untuk menerapkan ide yang ada serta dana yang sangat besar untuk terlaksananya ide.


Lalu setelah melakukan riset, pandangan terhadap hasil yang akan dicapai dari ide yang ada nampak tidak akan sebanding dengan sumber yang telah dikeluarkan. Saat Anda menyadari hal itu akan terjadi, maka lebih baik Anda beralih saja dari ide tersebut. Mengapa demikian? Karena bisa saja perhitungan Anda yang salah, entah salah membuat target, salah sasaran maupun salah dalam menentukan masalah yang pada akhirnya tidak berdampak bagi siapapun.


Tiga hal di atas merupakan hal yang perlu Anda pahami dan sadari untuk segera move on dari ide yang telah ada di kepala dan lebih baik segera cari ide-ide lainnya lagi yang lebih layak.


Baca juga:

Cara Mudah Merangkai Ide

Cara Cari Ide Baru

Cara Memunculkan Ide Kreatif


Recent Posts

See All