5 Cara Mengukur Agile Dashboard

Ibarat sebuah dashboard mobil yang terdiri dari berbagai item seperti kecepatan, Revolutions Per Minute atau RPM, indikator bahan bakar maupun temperatur kendaraan, agile project juga memiliki hal serupa. Agile project yang memiliki dashboard dapat mengukur keberlangsungan proyek yang ada tanpa harus menunggu keseluruhan agile project berakhir.



Dashboard yang ada dalam agile project pun dapat menjadi variable yang berguna bagi stakeholder berkepentingan sehingga dapat memonitor jalannya agile project tetap berada pada jalur yang semestinya. Berikut beberapa item penting yang patut diperhitungkan untuk mengukur aglie dashboard.


1. Risiko Proyek

Pertama, seberapa besar indikasi proyek yang sedang ditangani mampu menurunkan risiko? Ciri khas sebuah agile project yakni kemampuan squad untuk tidak menunggu hingga proses berakhir untuk mengetahui hasilnya. Melalui siklus yang pendek, Anda dapat mengukur hasil yang dilakukan oleh squad dengan menghasilkan manfaat dan dampak pada bisnis atau sebaliknya.


Anda tidak perlu menunggu risiko proyek menjadi besar, namun apabila sebuah proyek yang ada terlampau memiliki risiko-risiko yang besar maka hal tersebut dapat menjadi indikasi bawahasannya agile project yang ada tidak layak.


2. Time to Market

Kedua, kecepatan time to market. Semangat yang hadir dalam setiap sprint atau durasi jangka pendek squad harus mampu menghasilkan sebuah nilai. Nilai yang ada menjadi bagian dari keunggulan agile squad dalam mengedepankan cara yang dikerjakan sehingga memberikan manfaat kepada pelanggan dan bukan hanya sebagai umpan balik yang tidak dirasa manfaatnya.


Cara terbaik untuk mengetahuinya yakni mempertanyakannya langsung kepada pelanggan atau stakeholder terkait ada atau tidaknya manfaat yang dirasa setelah agile squad dijalankan. Ketika manfaat yang ada belum terasa, maka hal tersebut dapat menjadi indikasi tidak layaknya agile project yang berjalan.


3. Kondisi Tim

Ketiga, moral dan motivasi dari tim. Kondisi tim dapat berkaitan dengan kondisi psikologisnya, Anda dapat melihat kondisi tersebut melalui moral dan motivasi yang dimiliki oleh tim. Suatu agile project yang efektif dapat secara konkrit membuat moral dan motivasi tetap terjaga bahkan juga meningkat.


Ketika suatu tim telah berasil menyelesaikan tugas-tugas sederhana yang berjangka waktu pendek serta terakumulasi, outcome pendek (backlog) yang terwujud dapat membuat squad menjadi semangat dan termotivasi untuk terus bisa menghasilkan sesuatu. Indikasi itu dapat mencerminkan suatu agile squad berjalan dengan efektif.


4. Produktivitas Tim

Keempat ialah produktivitas tim. Ketika backlog atau hasil-hasil pendek yang dikeluarkan tidak selesai maka akan berdampak pada pekerjaan yang lain dan berujung pada pada ketidakproduktifan. Oleh karena itu, penting untuk menaruh perhatian pada hal-hal konkrit yang dihasilkan tim, misalnya terkait backlog yang benar terjadi maupun tidak.


5. Mengelola Prioritas

Kelima, kemampuan squad mengelola perubahan prioritas. Dalam menjalankan rencana, tim agile tak jarang mendapatkan beragam kendala. Hal itu karena rencana yang telah dibuat belum tentu dapat dilaksanakan seutuhnya dengan sempurna, namun beruntung salah satu keunggulan tim agile yakni adanya fleksibelitas.


Sehingga manakala squad menemui hal-hal tidak terduga yang sebelumnya tak sempat terpikirkan dan direncanakan, maka squad akan tetap bisa berprogres dan menyepakati nilai-nilai yang perlu diselaraskan. Dengan begitu proyek akan tetap dijalankan dan menghasilkan nilai walaupun terjadi perubahan-perubahan yang tidak terduga.


Itulah lima variabel dashboard yang dapat dijadikan alat ukur untuk menilai agile project masih dalam jalur atau tidak.


Baca juga:

Apa itu Agile Innovation Project?

Common Pitfalls in Agile Project

Cara Meningkatkan Produktivitas Tim ala Agile