Empat Variabel Penting Agile Innovation Project


Di pembahasan mengenai definisi Agile Innovation Project, Anda tentu menemukan bahwa ada tiga variabel dalam Project Triangle, yaitu Time, Cost, dan Scope. Namun, saat Anda menjalankan Agile Project, Anda akan memiliki variabel keempat, yaitu variabel Ways of Working atau cara kita bekerja.



Ways of Working Sebagai Senjata Tambahan dalam Agile Project


Dalam suatu project, kadang kala ada kondisi dimana tiga variabel dalam Project Triangle tidak bisa dikompromikan. Misalnya saat suatu project perlu selesai dengan dana yang terbatas, waktu yang tidak fleksibel, dan cakupan yang tetap. Akan tetapi, tentu saja hasil project yang diharapkan harus tetap maksimal dan sesuai harapan.


Lalu bagaimana Anda bisa tetap mempertahankan kualitas project dengan ruang gerak yang terbatas tersebut? Di sinilah variabel keempat bermain peran.


Variabel keempat tersebut adalah variabel tambahan yang akan Anda dapatkan jika Anda mengerjakan suatu project dengan cara Agile. Variabel ini disebut sebagai variabel Ways of Working atau cara bekerja.


Jika Anda berada dalam kondisi ketika tiga variabel sebelumnya tidak boleh diubah, maka Anda dapat menggunakan variabel keempat ini sebagai senjata tambahan. Yaitu dengan mencoba mencari cara lain dan memutar otak untuk mengubah cara kerja yang akan Anda dan tim lakukan. Dengan begitu, output yang diharapkan akan tetap sesuai harapan tanpa perlu mengubah Project Triangle yang ada.


Bagaimana Agile Project Melakukannya?


Pendekatan Agile pada dasarnya selalu mengajak kita untuk menyampaikan outcome dengan baik. Dalam definisi Agile, Anda akan menemukan kata-kata “In rapid cycle”. Artinya, Agile Project senantiasa dilakukan dalam siklus-siklus kecil yang pendek dan banyak.


Sebagai gambaran, pada saat Anda berusaha mewujudkan suatu rencana dengan pendekatan Waterfall Anda akan melakukannya dalam timeline yang linear. Pada pendekatan Waterfall, pekerjaan dilakukan dengan pola Define, Build, Release, dan kemudian Value atau Outcome secara berurutan. Sehingga, semua rencana dilakukan dengan frame bahwa outcome yang diharapkan baru bisa Anda deliver di ujung, setelah semua rangkaian project selesai.


Sedangkan dalam Agile, project dilakukan dalam siklus yang lebih pendek. Dalam setiap siklus Agile tersebut, harus ada outcome atau value yang dihasilkan. Hanya saja, value yang dihasilkan tidak langsung besar. Hal ini justru menjadi keuntungan karena Anda bisa mendapatkan feedback dari setiap satu siklus kecil. Sehingga, secara resiko tentu saja menjadi jauh lebih ringan dan terkendali.


Baca juga:

Cara Memulai Agile Project

Common Pitfalls in Agile Project

Cara Tepat Memilih Squad Member Untuk Agile Project