Budaya Inovasi vs Budaya Perusahaan

Updated: Mar 11

Ketika Anda ingin membangun budaya inovasi di perusahaan Anda, Anda perlu mempertimbangkan dahulu seberapa budaya perusahaan yang sudah terbentuk akan mendukung atau justru menghalangi terbangunnya budaya inovasi tersebut. Karena hal ini akan menentukan rencana pembinaan budaya inovasi yang akan dilakukan, termasuk intervensi budaya existing yang mungkin perlu dilakukan.


Untuk itu, yang harus dilakukan pertama adalah memahami budaya perusahaan kita yang existing secara keseluruhan. Saya paham hal ini tidak mudah, secara intuisi kita mungkin dapat merasakan budaya perusahaan kita, tetapi belum tentu bisa mengkonkritkan atau mengartikulasikan apa yang kita rasakan. Oleh karena itu, saya sudah siapkan sebuah tool yang dapat membantu Anda.

budaya inovasi vs budaya kerja

Dalam buku Diagnosing and Changing Organizational Culture oleh Cameron dan Quinn, diusulkan sebuah model kategorisasi budaya yang disebut Competing Value Framework atau kita singkat saja CVF. Saya sarankan Anda meng-google CVF tersebut untuk melihat matriksnya yang menarik. Di sini saya jelaskan secara singkat saja, CVF menunjukan ada empat tipe budaya organisasi, yaitu budaya Adhocracy, Clan, Market, dan Hierarchy. Sebelum saya jelaskan satu-satu, saya ingin menekankan bahwa budaya dari setiap organisasi pasti merupakan campuran dari empat tipe budaya tersebut, tetapi saya yakin pasti ada satu tipe yang lebih kuat dari yang lain, dan tipe yang paling kuat tersebutlah yang Anda perlu identifikasi.

Baca juga: Gaya Kepemimpinan yang Tepat untuk Membangun Budaya Inovasi

Pertama, budaya adhocracy. Budaya ini mengemfasiskan fleksibilitas dan perubahan. Jadi nilai-nilai kunci dalam budaya ini adalah kreativitas, entrepreneurship, dan pengambilan risiko. Kedua, budaya clan. Karekteristik budaya clan adalah teamwork, keterlibatan karyawan, dan komitmen perusahaan terhadap wellbeing karyawan. Ketiga, budaya market. Budaya ini sangat mengutamakan pencapaian target, konsistensi dalam delivering results, dan kebersaingan di pasar. Terakhir, budaya hierarki. Budaya ini berorientasi pada stabilitas dan kontrol, dan nilai kuncinya adalah efisiensi dan ketaatan kepada peraturan. Dengan gambaran keempat tipe budaya berikut, semoga Anda bisa mengira-ngira dan mengidentifikasi tipe budaya mana yang paling kuat di perusahaan Anda.



Namun bila ingin mengidentifikasinya dengan lebih sistematis, Anda bisa melihat alat assessmentnya di buku yang sama, Diagnosing and Changing Organizational Culture, atau dengan meng-google Organizational Culture Assessment Instrument. Nah setelah kita melakukan identifikasi ini, kita akan lebih memahami seberapa budaya existing perusahaan kita akan mempermudah atau mempersulit pembinaan budaya inovasi.

Baca juga: Cara Membangun Budaya Inovasi di Perusahaan

Contohnya, bila budaya Adhocracy sudah yang paling kuat, pembinaan budaya inovasi relatif akan lebih mudah bukan? Sebaliknya, bila yang paling kuat di perusahaan kita adalah budaya Hierarchy, tentunya “PR” untuk pembinaan budaya inovasi akan jauh lebih banyak dan menantang. Oleh karena itu, rencana pembinaan budaya inovasi yang kita buat akan customized bergantung pada tipe budaya yang paling kuat di perusahaan kita. Dan juga approach pembinaan budaya inovasi akan berbeda-beda antar perusahaan sesuai budaya existingnya.