Cara Mudah Menerapkan Agile di Kantor

Penerapan cara kerja agile dapat membantu Anda memberikan value yang lebih baik kepada customer dalam waktu yang lebih singkat. Namun, untuk bisa menerapkan cara kerja agile, Anda perlu memahami dan meyakini 3 esensi agile terlebih dahulu. Yaitu Customer Centric, Collaborative, dan Cadence.

Ada dua kata kunci utama dalam cara kerja agile, yaitu value dan customer. Dalam hal ini, value mengacu pada nilai manfaat atau nilai tambah yang Anda berikan kepada customer. Sedangkan customer yang dimaksud bisa siapa saja. Baik customer eksternal, atasan, atau pun tim lain dalam perusahaan.


Nah, berikut ini adalah 3 langkah yang dapat dilakukan untuk menerapkan cara kerja agile:


1. Discover Value

Langkah pertama dalam cara kerja agile adalah discover value. Ada dua sub langkah dalam langkah ini, yaitu identifikasi customer dan menggali value customer.


Identifikasi customer

Setiap orang dalam perusahaan bisa memiliki lebih dari satu customer. Karena itu, Anda perlu mengetahui siapa yang menjadi customer prioritas Anda.


Pemilihan customer ini dapat dilakukan dengan menggunakan angle kepentingan perusahaan atau kepentingan fungsional. Semakin spesifik customer Anda, maka semakin mudah pula Anda menggali value customer.


Menggali value customer

Setelah itu, Anda dapat mulai menggali value yang dimiliki customer. Proses penggalian ini dapat dilakukan dengan cara bertanya, mengobrol, atau mengumpulkan informasi. Sebaiknya, proses penggalian ini dilakukan dengan cara interaksi langsung.


Baca juga: Kerja Makin Sat Set Sat Set dengan Cara Agile


Hindari menggali value customer dengan asumsi atau perkiraan. Karena bisa jadi, pendapat customer akan jauh berbeda dengan asumsi Anda.


2. Deliver Value

Setelah mengetahui value yang dimiliki customer, Anda dapat melanjutkan ke tahapan berikutnya. Yaitu tahap deliver value. Tahap ini juga terbagi menjadi 2 sub langkah, yaitu:


Membuka diri dengan berbagai pihak

Walaupun Anda sudah mengetahui value dan ekspektasi customer, Anda perlu membuka diri dengan berbagai pihak. Ada banyak cara membuka diri yang dapat dilakukan. Mulai dari riset, bertanya kepada orang yang lebih senior, atau pun sumber lain.


Dengan membuka diri, Anda bisa menemukan cara dan metode yang paling sesuai untuk memenuhi value customer.


Buat perencanaan skala agile

Setelah mengetahui cara dan metode yang sesuai, Anda dapat membuat siklus-siklus pendek dari perencanaan yang dilakukan. Sebagai contoh, jika target Anda harus terlaksana dalam 2 bulan, Anda bisa memecahnya menjadi 8 siklus pendek.


Di setiap siklus pendek tersebut, Anda perlu merencanakan real output atau sudah jadi manfaat untuk customer. Jadi, dalam cara kerja Agile, hasil pekerjaan tidak diletakkan di akhir saja. Tapi disebar dalam setiap siklus kecil.


3. Measure Value

Dalam beberapa kondisi, bisa saja target yang diharapkan tidak tercapai. Namun, pengukuran tetap dilakukan dengan cara mengkonfirmasi kepada customer. Misalnya dengan menyampaikan langkah-langkah dan inovasi yang sudah dilakukan sepanjang satu siklus pendek.


Baca juga: 3 Hal Penting Yang Perlu Disiapkan Saat Menjalankan Agile Project


Bagi banyak customer, menyampaikan upaya yang dilakukan sudah menjadi nilai tambah tersendiri. Karena dengan adanya penyampaian tersebut, customer dapat mengetahui upaya apa saja yang sudah dan belum dilakukan. Sehingga, customer dapat memberikan feedback sesuai kebutuhan.


Pengukuran ini dilakukan setiap satu siklus pendek berakhir dan harus berorientasi kepada customer, bukan berdasarkan asumsi pribadi saja. Dengan adanya pengukuran di setiap siklus pendek, cara kerja agile membuat pekerjaan lebih ringan, lebih mudah dievaluasi, dan lebih adaptif terhadap kondisi lapangan.


668 views0 comments