Musuh Utama Inovasi Korporat

Sepertinya banyak orang berpikir bahwa musuh utama corporate innovation atau inovasi korporat adalah kurangnya kreativitas dari karyawan. Itu sebabnya banyak seminar, pelatihan atau workshop yang dilakukan dalam rangka 'melawan' musuh itu. Walaupun saya tidak keberatan dengan hal ini (disclosure: saya jadi dapat banyak order karena ini).


Kalau boleh jujur, saya menyaksikan sendiri dalam beberapa tahun belakangan ini, kreativitas karyawan bukanlah musuh utama corporate innovation. Banyak karyawan kreatif kok, atau setidaknya punya potensi kreatif yang tinggi. Memang kreativitas mereka tidak muncul begitu saja. Perlu dipancing keluar dan diarahkan agar berujung pada inovasi. Namun, tetap saja kreativitas bukanlah musuh utama inovasi korporat.

Musuh paling utama dari inovasi di korporasi adalah immune system dari organisasi itu sendiri. Sistem imun ini bekerja keras untuk menjaga organisasi berada dalam kondisi normal. Jika ada yang ingin mengusik 'kenormalan' itu, maka sistem ini akan bekerja siang malam untuk melawannya.

Baca juga: Utopia Kolaborasi di Perusahaan


Celakanya, yang namanya inovasi itu tidak ada yang normal. Kalau normal itu namanya Business As Usual (BAU). Semua invoasi itu pasti eksperimen. Ia mengacak-ngajak kestabilan yang telah dijaga bertahun-tahun lamanya. Mempertanyakan hal-hal yang seharusnya tidak boleh ditanyakan lagi.

Jadi apa sih yang disebut dengan sistem imun itu? Sistem imun ini bisa berupa sistem dari organisasi tersebut, bisa juga budaya organisasi ataupun orang-orang yang ada di organisasi tersebut.

Sistem organisasi ini mewujud dalam bentuk model operasi (operating model) yang sudah terbukti berhasil menghasilkan revenue yang baik bagi perusahaan sehingga dinilai sebagai cara terbaik untuk menjalankan usaha. Sistem yang sudah baku ini tentu saja akan secara otomatis menolak cara-cara kerja baru yang tidak selaras dengan model operasinya saat ini.

Baca juga: Mengenal Agile Marketing dan Perbedaannya Dengan Traditional Marketing


Budaya organisasi merupakan kebiasaan-kebiasaan dari para karyawan yang sudah terpupuk selama bertahun-tahun sehingga didudukkan sebagai morma sosial dalam organisasi. Siapapun yang tidak mengikuti norma ini dianggap aneh dan tidak pantas berada dalam lingkungan tersebut. Tentu ada budaya organisasi yang mendukung inovasi, tapi ada juga yang tidak. Misalnya budaya tidak boleh mempertanyakan arahan atau keputusan atasan. Juga budaya kehati-hatian yang tinggi sehingga membuat karyawan tidak berani melakukan hal-hal baru.

Sementara yang saya maksud dengan orang-orang diatas adalah mereka (biasanya atasan) yang punya fixed mindset, sudah terlalu lama berada dalam zona nyaman, berpuas diri dengan pencapaian mereka saat ini (complacent). Mereka ini akan merasa terganggu dengan inisitiatif-inisiatif inovasi yang ada disekitar mereka karena semua itu mengancam kenyamanan mereka dan mempertanyakan otoritas mereka.

Itu sebabnya sebelum saya dan tim CIAS memulai sebuah program corporate innovation, kita justru mulai dari mendiagnosa sistem imun di perusahaan klien kami. Kemudian mengatur startegi untuk bisa menjadi pawang bagi sistem imun ini. Jika tidak ‘mobilnya’ nggak bisa gerak jauh. Lawong kita sudah coba ngebut, eh malah roda mobilnya digembosin sendiri sama yang punya.


5,499 views1 comment

Recent Posts

See All