Dulu bisnis yang dianggap paling berhasil itu adalah yang aset fisiknya paling banyak. Punya mesin paling banyak. Punya kantor cabang paling banyak. Punya gedung paling tinggi. Termasuk punya karyawan (akhirnya karyawan dianggap sebagai aset, bukan cost) paling banyak. Semakin banyak aset fisik yang dimilki perusahaan itu, maka makin gagah dia.

Sekarang zaman sudah berubah. Perusahaan-perusahaan yang mendapatkan valuasi pasar sangat tinggi justru tidak punya aset. Uber, perusahaan jasa transportasi terbesar di dunia tidak memiliki armada transportasi dan tidak menggaji satu driver sekalipun. Nilai valuasi pasar Uber hari ini mencapai USD 69 Miliar. AirBnB adalah penyediasa jasa akomodasi penginapan terbesar di dunia. AirBnB tidak memiliki satu kamar sekalipun. Nilai valuasi pasarnya mencapai USD 30 Miliar, sama dengan nilai pasar chain hotel Marriott International.


Oke saya akui. Judul diatas cukup kontroversial. Saya pun sudah berulangkali mencoba mengubah judul itu, dengan harapan bisa membuatnya lebih ‘enak’ dibaca. Tapi akhirnya saya kembali pada judul itu. Kenapa? Pertama, karena itu benar. Kedua, Saya perlu menarik perhatian Anda kesini. Ini penting.

Saya tertarik sekaligus khawatir ketika melihat hasil survey saya disini yang menunjukkan bahwa 57% pengusaha menyebutkan masalah terbesarnya adalah membangun sistem. 15,8% menyebut menjual produk dan 12,5 % menyebut menyusun strategi.

Banyak pengusaha bicara tentang sistem bisnis. Menginginkannya. Mengeluhkannya. Seolah sistem bisnis itu adalah kunci dari segalanya. Jelas Anda perlu punya sistem jika ingin bisnis Anda berkembang.


Kalau memang sistem bisnis itu cuma ganjalan ban, maka kapan sebaiknya Anda membuat ganjalan tersebut? Jawabannya ada pada arah ayunan bola pendulum bisnis Anda. Yuk kita simak, supaya nggak salah langkah lagi saat bikin sistem.

Tulisan ini adalah respon terhadap tingginya antusiasme atas tulisan saya sebelumnya yang berjudul ‘Sistem Bisnis Itu Cuma Ganjalan Ban’ (baca disini http://bit.ly/2h9R0XB). Dalam waktu kurang dari 10 jam sejak di posting, tulisan itu sudah di-share lebih dari 200 kali.

Jawaban atas pertanyaan “kapan sebaiknya membuat sistem?” saya dasarkan pada teori pendulum yang dirumuskan pertama kali oleh Galileo Galilei di tahun 1602.


57% pengusaha mengatakan bahwa masalah terbesar mereka adalah membuat sistem bisnis. Padahal membuat sistem itu mudah. Jadi susah itu karena salah kaprah. Tidak mendudukkan sistem pada tempatnya. Tidak membuat sistem pada waktu yang seharusnya. Jadi gimana sih cara mudah membangun sistem?

Sistem itu adalah sekumpulan prosedur yang perlu dilakukan untuk mencapai sebuah tujuan tertentu. Kumpulan prosedur ini memberikan jaminan bahwa suatu proses bisnis akan menghasilkan output yang diinginkan terlepas dari siapapun yang menjalankannya.

Misalnya: Siapapun penjualnya, sistem penjualan yang tepat akan memberi kepastian pencapaian target penjualan. Siapapun yang memproduksi, sistem produksi yang baik akan menjamin kualitas produk seperti yang Anda inginkan.