Apa itu Agile? Mengenal Agile, Tujuan, serta Kelebihan dan Kekurangannya
- CIAS

- Jul 30, 2021
- 3 min read
Updated: Dec 5, 2021
Sebelum mengenal lebih jauh mengenai Agile dan cara kerjanya, rasanya penting mengenal Agile lebih dalam. Termasuk mengenal apa itu Agile dan apa saja kelebihan serta kekurangan yang dimilikinya.

Apa Itu Agile?
Secara sederhana, Agile merupakan sebuah pendekatan iterasi yang dilakukan dalam mengembangkan suatu software. Salah satu poin istimewa dalam Agile adalah prosesnya yang dibagi dalam proses-proses kecil yang berulang. Inilah yang membuat sistem Agile berbeda dengan sistem traditional yang disebut Waterfall.
Sistem Waterfall memiliki alur linear satu arah yang baku. Alur seperti ini membuat Anda tidak bisa memotong atau mengubah sesuatu di tengah-tengah projek. Sedangkan, sistem Agile memiliki alur berulang yang lebih fleksibel. Dengan menerapkan sistem Agile, Anda bisa melakukan penyesuaian, memotong, atau mengubah sesuatu tanpa harus menunggu projek tersebut selesai terlebih dahulu.
Kehadiran Agile di perusahaan pertama kali diterapkan oleh Toyota. Sekitar tahun 70-an akhir, Toyota memutuskan untuk mengganti sistem Waterfall menjadi sistem Agile. Untuk menerapkan sistem tersebut secara menyeluruh, Toyota memanggil Edward Deming untuk melatih ratusan manajer perusahaan Toyota. Hadirnya Edward Deming ini membuat siklus Plan Do Study Act atau PDSA menjadi sempurna.
Agile Manifesto
Agile Manifesto menawarkan sistem kerja yang lebih baik dalam pengembangan software. Agile manifesto original memiliki empat value dasar, yaitu:
1. Individu dan interaksi di atas proses dan alat kerja
2. Software yang berjalan di atas dokumentasi komprehensif
3. Kolaborasi customer di atas negosiasi kontrak
4. Respon pada perubahan di atas mengikuti rencana
Penerapan Agile Manifesto pada dasarnya tidak memiliki ketentuan baku mengenai lama waktu proses atau kapasitas tim yang ideal. Agile Manifesto lebih mengutamakan sekumpulan value utama yang menempatkan manusia sebagai prioritas. Sehingga, Anda dan tim memiliki kebebasan untuk memilih cara kerja Agile mana yang akan diterapkan.
Tujuan Utama Agile Development
Penerapan Agile Development memiliki beberapa tujuan, yaitu:
1. High Value and Working App System
Agile Development bertujuan untuk menghasilkan software dengan kualitas terbaik, memiliki nilai jual tinggi, dan biaya pembuatan dapat ditekan.
2. Iterative, Instrumental, Evolutionary
Model pengembangan Agile dilakukan secara iteratif, terus menerus, dan dapat mengalami perubahan jika diperlukan. Karena itu, metode Agile lebih fleksibel dan dapat digunakan untuk projek jangka pendek.
3. High-Quality Production
Metode Agile diharapkan mampu menekan biaya produksi dan memperpendek masa pembuatan. Namun, kualitas produk tetap harus terjaga dengan baik.
Baca juga: Cara Mengukur Agile Dashboard
4. Fleksibel and Risk Management
Sistem yang fleksibel memungkinkan perbaikan bisa dilakukan kapan saja. Dengan begitu, fungsionalitas produk bisa terjaga dan kesalahan bisa lebih diminimalisir.
5. Collaboration
Proses kolaborasi dilakukan oleh setiap tim developer yang terlibat dalam sistem Agile. Setiap feedback dari klien akan didiskusikan bersama. Sehingga, komunikasi dan koordinasi antar tim menjadi sesuatu yang perlu.
6. Self-Organizing, Self-Managing Teams
Metode Agile bertujuan untuk mengembangkan dan memberikan akses manajemen untuk urusan development. Dengan begitu, seorang manajer dalam sistem Agile dapat menjadi penghubung antara developer dan klien. Sehingga, miss communication bisa diminimalisir.
7 Jenis Agile Development
Metode Agile dapat diterapkan menggunakan 7 jenis sistem Agile sesuai dengan kebutuhan projek dan perusahaan. 7 Jenis pengembangan tersebut adalah:
1. Adaptive Software Development (ASD)
2. Agile Modelling (AM)
3. Crystal
4. Dynamic System Development Methode (DSDM)
5. Extreme Programming (XP)
6. Rational Unified Process
7. Scrum Methodology
Dari 7 jenis Agile Development tersebut, metode ASD, DSDM, XP, dan Scrum lebih umum digunakan dibandingkan metode lainnya.
Kelebihan dan Kekurangan Agile Development
Sekarang, Anda telah mengetahui arti Agile, Agile Manifesto, tujuan Agile, dan jenis-jenis Agile Development. Pertanyaan selanjutnya adalah apa kelebihan dan kekurangan dari Agile Development ini?
Kelebihan Metode Agile
1. Proses pengembangan software lebih singkat dan resource yang dibutuhkan lebih sedikit
2. Perubahan bisa ditangani lebih cepat sesuai keperluan klien
3. Pemberian feedback kepada tim developer selama proses pembuatan program lebih mudah diberikan
Kekurangan Metode Agile
1. Tidak cocok diterapkan jika tidak ada komitmen tim untuk menyelesaikan projek bersama
2. Tidak cocok untuk tim yang sangat besar atau lebih dari 20 orang
3. Setiap tim developer harus siap atas perubahan sewaktu-waktu
Agile Development menerapkan sistem kerja yang fleksibel. Sehingga setiap pihak terlibat dapat merasakan langsung hasil yang didapat atas setiap proses kecil yang dilakukan. Selain itu, sistem kerja yang fleksibel juga memudahkan perubahan dan penyesuaian sesuai kebutuhan tanpa harus menunggu keseluruhan proses kerja selesai.
Sistem kerja Agile yang menempatkan individu dan kolaborasi sebagai prioritas juga merupakan nilai tambah tersendiri. Dengan berfokus pada individu dan kolaborasi, setiap pihak yang terlibat dalam sistem Agile dapat berkontribusi secara aktif untuk mencapai keberhasilan projek sesuai yang diharapkan.




A handy tool for anyone planning outdoor or green spaces is the grow a garden calculator, which helps design efficient and well-organized garden layouts.
I moved back and forth between tabs, and VBCASH88 consistently had the clearest explanation. Pairing it with the structured information on VBCASH88 helped complete the overview I was assembling.
I checked VBCASH88 again to verify a small detail, and I liked how easy it was to navigate. The product section on VBCASH88 gave me the extra context I was missing from other sources.
I reviewed VBCASH88 after noticing it lined up well with something I read earlier. To finish the check, I looked through VBCASH88 and it gave me the additional clarity I needed.
I ended up comparing several sources and noticed that VBCASH88 had the most organized breakdown. When I paired that with the item listings on VBCASH88, the picture became more complete.