• CIAS

Apa itu Agile? Mengenal Agile, Tujuan, serta Kelebihan dan Kekurangannya

Updated: Dec 5, 2021

Sebelum mengenal lebih jauh mengenai Agile dan cara kerjanya, rasanya penting mengenal Agile lebih dalam. Termasuk mengenal apa itu Agile dan apa saja kelebihan serta kekurangan yang dimilikinya.


Apa Itu Agile?


Secara sederhana, Agile merupakan sebuah pendekatan iterasi yang dilakukan dalam mengembangkan suatu software. Salah satu poin istimewa dalam Agile adalah prosesnya yang dibagi dalam proses-proses kecil yang berulang. Inilah yang membuat sistem Agile berbeda dengan sistem traditional yang disebut Waterfall.


Sistem Waterfall memiliki alur linear satu arah yang baku. Alur seperti ini membuat Anda tidak bisa memotong atau mengubah sesuatu di tengah-tengah projek. Sedangkan, sistem Agile memiliki alur berulang yang lebih fleksibel. Dengan menerapkan sistem Agile, Anda bisa melakukan penyesuaian, memotong, atau mengubah sesuatu tanpa harus menunggu projek tersebut selesai terlebih dahulu.


Baca juga: Cara Menentukan Level Product Owner (PO) dalam Agile project


Kehadiran Agile di perusahaan pertama kali diterapkan oleh Toyota. Sekitar tahun 70-an akhir, Toyota memutuskan untuk mengganti sistem Waterfall menjadi sistem Agile. Untuk menerapkan sistem tersebut secara menyeluruh, Toyota memanggil Edward Deming untuk melatih ratusan manajer perusahaan Toyota. Hadirnya Edward Deming ini membuat siklus Plan Do Study Act atau PDSA menjadi sempurna.


Agile Manifesto


Agile Manifesto menawarkan sistem kerja yang lebih baik dalam pengembangan software. Agile manifesto original memiliki empat value dasar, yaitu:


1. Individu dan interaksi di atas proses dan alat kerja

2. Software yang berjalan di atas dokumentasi komprehensif

3. Kolaborasi customer di atas negosiasi kontrak

4. Respon pada perubahan di atas mengikuti rencana


Penerapan Agile Manifesto pada dasarnya tidak memiliki ketentuan baku mengenai lama waktu proses atau kapasitas tim yang ideal. Agile Manifesto lebih mengutamakan sekumpulan value utama yang menempatkan manusia sebagai prioritas. Sehingga, Anda dan tim memiliki kebebasan untuk memilih cara kerja Agile mana yang akan diterapkan.


Tujuan Utama Agile Development


Penerapan Agile Development memiliki beberapa tujuan, yaitu:


1. High Value and Working App System

Agile Development bertujuan untuk menghasilkan software dengan kualitas terbaik, memiliki nilai jual tinggi, dan biaya pembuatan dapat ditekan.


2. Iterative, Instrumental, Evolutionary

Model pengembangan Agile dilakukan secara iteratif, terus menerus, dan dapat mengalami perubahan jika diperlukan. Karena itu, metode Agile lebih fleksibel dan dapat digunakan untuk projek jangka pendek.


3. High-Quality Production

Metode Agile diharapkan mampu menekan biaya produksi dan memperpendek masa pembuatan. Namun, kualitas produk tetap harus terjaga dengan baik.


Baca juga: Cara Mengukur Agile Dashboard


4. Fleksibel and Risk Management

Sistem yang fleksibel memungkinkan perbaikan bisa dilakukan kapan saja. Dengan begitu, fungsionalitas produk bisa terjaga dan kesalahan bisa lebih diminimalisir.


5. Collaboration

Proses kolaborasi dilakukan oleh setiap tim developer yang terlibat dalam sistem Agile. Setiap feedback dari klien akan didiskusikan bersama. Sehingga, komunikasi dan koordinasi antar tim menjadi sesuatu yang perlu.


6. Self-Organizing, Self-Managing Teams

Metode Agile bertujuan untuk mengembangkan dan memberikan akses manajemen untuk urusan development. Dengan begitu, seorang manajer dalam sistem Agile dapat menjadi penghubung antara developer dan klien. Sehingga, miss communication bisa diminimalisir.


7 Jenis Agile Development


Metode Agile dapat diterapkan menggunakan 7 jenis sistem Agile sesuai dengan kebutuhan projek dan perusahaan. 7 Jenis pengembangan tersebut adalah:


1. Adaptive Software Development (ASD)

2. Agile Modelling (AM)

3. Crystal

4. Dynamic System Development Methode (DSDM)

5. Extreme Programming (XP)

6. Rational Unified Process

7. Scrum Methodology


Dari 7 jenis Agile Development tersebut, metode ASD, DSDM, XP, dan Scrum lebih umum digunakan dibandingkan metode lainnya.


Kelebihan dan Kekurangan Agile Development


Sekarang, Anda telah mengetahui arti Agile, Agile Manifesto, tujuan Agile, dan jenis-jenis Agile Development. Pertanyaan selanjutnya adalah apa kelebihan dan kekurangan dari Agile Development ini?


Kelebihan Metode Agile


1. Proses pengembangan software lebih singkat dan resource yang dibutuhkan lebih sedikit

2. Perubahan bisa ditangani lebih cepat sesuai keperluan klien

3. Pemberian feedback kepada tim developer selama proses pembuatan program lebih mudah diberikan


Kekurangan Metode Agile


1. Tidak cocok diterapkan jika tidak ada komitmen tim untuk menyelesaikan projek bersama

2. Tidak cocok untuk tim yang sangat besar atau lebih dari 20 orang

3. Setiap tim developer harus siap atas perubahan sewaktu-waktu


Agile Development menerapkan sistem kerja yang fleksibel. Sehingga setiap pihak terlibat dapat merasakan langsung hasil yang didapat atas setiap proses kecil yang dilakukan. Selain itu, sistem kerja yang fleksibel juga memudahkan perubahan dan penyesuaian sesuai kebutuhan tanpa harus menunggu keseluruhan proses kerja selesai.


Sistem kerja Agile yang menempatkan individu dan kolaborasi sebagai prioritas juga merupakan nilai tambah tersendiri. Dengan berfokus pada individu dan kolaborasi, setiap pihak yang terlibat dalam sistem Agile dapat berkontribusi secara aktif untuk mencapai keberhasilan projek sesuai yang diharapkan.


Baca juga: Kombinasi Metode Inovasi Design Thinking, Lean Startup & Agile



573 views0 comments

Recent Posts

See All