Menciptakan Inovasi di Perusahaan Asuransi dengan Strategic Innovation Project
- CIAS

- 6 days ago
- 4 min read
Industri asuransi di Indonesia berada dalam tekanan struktural. Di satu sisi, potensi pasar masih sangat luas dengan penetrasi asuransi yang hanya menyentuh 2,7 persen pada awal 2025 menurut OJK. Di sisi lain, biaya akuisisi tinggi, proses manual yang lambat, dan ketidakpercayaan calon nasabah menjadi hambatan yang sulit dipecahkan. Perusahaan asuransi juga menghadapi tantangan dari pemain digital yang lebih gesit, serta regulasi yang terus bergerak ke arah perluasan layanan digital.

Banyak perusahaan telah memiliki strategi digital, namun implementasinya terbatas di inisiatif PR, bukan inovasi operasional yang menyatu dengan sistem. Akibatnya, nasabah tidak merasakan perbedaan nyata di pengalaman mereka. Ketika teknologi ada namun tak menyelesaikan masalah nyata, kepercayaan malah menurun.
Realita Lapangan
Proses klaim masih memakan waktu, komunikasi tidak transparan, dan verifikasi data kerap dilakukan secara manual. Hal ini menciptakan bottleneck yang memengaruhi retensi dan kepuasan nasabah. Studi dari AAUI juga menunjukkan bahwa premi tumbuh tiap tahun, namun klaim pun ikut meningkat, menandakan efisiensi proses belum membaik secara signifikan.
Pengalaman digital yang dijanjikan kerap berhenti pada kanal masuk tanpa dukungan sistem di belakangnya. Beberapa aplikasi mobile asuransi malah ditinggalkan pengguna karena fitur tidak berfungsi atau tidak memberi nilai tambah. Tim internal pun terbagi antara menjalankan operasional harian dan menyentuh inovasi hanya saat krisis. Di sinilah pendekatan inovasi yang lebih ringan dan sistematis dibutuhkan.
Masalah Sistemik
Inovasi di industri asuransi seringkali berhenti di dua ekstrem. Yang pertama adalah proyek besar yang direncanakan lama, dibangun penuh, namun gagal digunakan. Yang kedua adalah pilot kecil yang menjanjikan namun tidak pernah diperluas karena tidak ada kerangka evaluasi dan pengambilan keputusan. Keduanya berangkat dari semangat yang sama — ingin berubah — tetapi gagal membangun ritme belajar yang konsisten. Tanpa sistem uji coba yang terstruktur dan terukur, perusahaan tidak bisa mengembangkan ide menjadi kapabilitas. Inilah kenapa banyak solusi inovatif berhenti di atas panggung demo. Untuk menghadapi ini, organisasi perlu pendekatan yang mendorong eksperimen kecil tapi serius, dengan pengulangan yang disiplin dan pengukuran yang nyata.
Pendekatan Strategic Innovation Project
Strategic Innovation Project (SIP) hadir sebagai pendekatan kerja inovasi yang tidak hanya fleksibel, tapi juga bisa langsung dijalankan di lapangan. CIAS merancang SIP dengan dua tahap utama: tahap Design Thinking untuk memahami masalah dan peluang secara mendalam, lalu tahap Agile Execution untuk membangun dan menguji solusi secara bertahap.
Pendekatan ini sederhana, tetapi sangat efektif dalam organisasi besar yang operasionalnya kompleks. Tujuannya bukan untuk membuat sistem besar sekaligus, melainkan menguji ide secara cepat dengan risiko rendah. Dengan siklus ini, perusahaan bisa langsung melihat dampak nyata sebelum investasi penuh. Proses ini juga mempermudah kolaborasi lintas fungsi.
Tahap Pertama
Pada tahap Design Thinking, tim bersama-sama melakukan observasi terhadap proses kunci seperti underwriting, klaim, akuisisi, dan retensi. Wawancara dilakukan dengan nasabah, agen, customer service, serta tim operasional internal. Output dari tahap ini adalah pemahaman bersama tentang titik gesekan dan peluang perbaikan. Misalnya, keluhan nasabah terkait lamanya verifikasi dokumen atau kurangnya update saat klaim berjalan. Hal-hal seperti ini sering tidak muncul di laporan formal, tapi berdampak besar pada loyalitas. Dari sini, tim melakukan ideasi dan memprioritaskan beberapa solusi ringan. Bisa berupa alur klaim otomatis, scoring berbasis data, atau fitur update status real-time.
Tahap Kedua
Setelah itu masuk ke tahap Agile Execution, di mana ide yang dipilih diubah menjadi prototipe dan diuji langsung dalam siklus pendek. Solusi tidak perlu sempurna di awal, justru fokusnya adalah mendapat umpan balik nyata dari pengguna. Misalnya, fitur klaim digital diuji ke 500 pengguna pertama, lalu datanya dianalisis untuk perbaikan. Pengujian dilakukan selama 2 hingga 4 minggu, cukup untuk melihat pola perilaku dan respon. Setelah itu, tim memperbaiki fitur berdasarkan feedback, lalu menguji ulang. Proses ini diulang hingga solusi mencapai performa yang stabil dan siap diperluas. Pendekatan ini menjaga kecepatan tanpa mengorbankan akurasi.
Efek Jangka Pendek
Dalam tiga bulan pertama, perusahaan dapat mengukur hasil dari eksperimen. Contoh metrik yang bisa dipantau: kecepatan proses klaim, jumlah churn pengguna digital, rasio akuisisi dari kanal baru, atau tingkat kepuasan pengguna. Perusahaan juga bisa mulai membandingkan hasil dari metode baru dengan cara lama.
Biasanya, terlihat efisiensi waktu, turunnya beban kerja manual, dan peningkatan retensi. Tapi hasil ini hanya bisa muncul bila ada struktur eksperimen yang jelas. Tanpa itu, inovasi tetap menjadi inisiatif yang tidak bisa dibuktikan. SIP menyediakan struktur itu, tanpa membebani organisasi.
Efek Jangka Panjang
Lebih dari sekadar solusi, SIP membantu membangun kebiasaan organisasi dalam melakukan iterasi. Tim tidak perlu menunggu program transformasi besar berikutnya, karena sudah terbiasa menjalankan siklus eksperimen kecil.
Setiap tim bisa menjalankan inisiatifnya sendiri, dengan prinsip yang sama: mulai dari masalah, uji cepat, dan pelajari hasilnya. Ini mengurangi ketergantungan pada vendor atau proyek luar. Perusahaan menjadi lebih mandiri dalam membangun solusi yang sesuai konteksnya. Dalam jangka panjang, ini akan meningkatkan kelincahan perusahaan dalam merespons pasar dan regulasi.
Dengan cara kerja seperti ini, perusahaan bukan hanya mengadopsi teknologi, tapi juga mengubah cara berpikir. Inovasi tidak lagi menjadi unit terpisah atau agenda tahunan, tapi bagian dari rutinitas. Tim operasional dan digital duduk bersama untuk memecahkan masalah nyata, bukan hanya membahas roadmap.
Refleksi dan pembelajaran menjadi lebih cepat karena metrik diuji langsung. Inilah yang membentuk organisasi belajar. Dalam industri asuransi yang penuh regulasi dan tantangan, kapabilitas seperti ini sangat penting untuk bertahan dan tumbuh.
Wujudkan Inovasi Anda Bersama CIAS
CIAS telah mendampingi berbagai organisasi besar membangun sistem inovasi yang tidak hanya canggih, tapi juga jalan di lapangan. Kami tidak hanya merancang strategi, tapi ikut mengeksekusi bersama tim Anda untuk memastikan hasilnya terasa nyata. Jika perusahaan Anda ingin membangun sistem inovasi yang ringan, terstruktur, dan berdampak nyata di bisnis asuransi, kami siap bekerja bersama.
Kami percaya bahwa inovasi yang berhasil bukan hanya soal ide, tapi bagaimana ia dilatih, diuji, dan ditanamkan di dalam sistem. Mari mulai percakapan pertama. Hubungi CIAS di sini untuk menjadwalkan diskusi awal yang relevan dengan tantangan Anda hari ini.




Comments